Memilih Sudut Pandang (PoV) dalam Novel

Sekilas info mengenai point of view dalam menulis karya sastra..

Ketika menulis fiksi, baik itu cerpen atau novel, kita harus pintar-pintar memilih PoV/Point of View/ Sudut Pandang. Dari sudut pandang siapa cerita itu dituturkan? Ketika kita memilih sudut pandang orang pertama misalnya, ada hal-hal yang tidak seharusnya dia ketahui.

Di tahun pertama saya menjadi editor, saya pernah melakukan hal yang fatal dengan meloloskan “bocor”-nya PoV. Naskah ini ditulis dengan sudut pandang orang pertama. Dan ini berarti, hal-hal lain yang tidak dia alami, tidak dia saksikan, tidak dia dengar, seharusnya tidak masuk ke dalam cerita. Fiksi, sefiktif apa pun, haruslah masuk akal. Bagaimana bisa seseorang yang tidak berada di lokasi kejadian, bisa menceritakan sesuatu yang tidak diketahuinya? Apakah dia cenayang?

Nah, saya belajar dari kesalahan dan semoga tidak akan pernah mengulangi kesalahan yang sama. Semoga teman-teman pun, membaca ini, tidak akan melakukan kesalahan serupa.

Paling tidak, ada tiga jenis PoV yang digunakan dalam menulis fiksi, yaitu PoV orang pertama (penutur: aku…

View original post 781 more words

Gerbang Tol Paluh Kemiri (Maret 2017) – Progress Jalan Tol Medan Tebing Tinggi

Lokasi : Simpang Jalinsum RS. Grand MEdistra, Junction Kuala Namu

Posisi Gerbang Tol ini persis sama seperti GT Cimahi di Tol Padaleunyi, dimana posisiny akses ke Junction Pasteur di Bandung sebelah Barat, bukan main toll road ny Padaleunyi

GT ini informasi awalnya tidak begitu jelas. Di render2 awal tidak terlihat kalo aksesny menuju Jalinsum dan lebih ke arah Jl. A. Yani (arah Polres Deli Serdang) di daerah Desa Paluh Kemiri, tapi sesuai dugaanku gerbang tol ny akhirnya masuk dari Jalinsum. Karena dari Kota Lubuk Pakam dan pusat pemerintahan Pemda akan jauh banget memutar menuju GT Lubuk Pakam bila hendak ke Medan. Sementara kalo mesti dari GT Tanjung MOrawa, maka tujuan mengurangi kepadatan Jalinsum terutama simpang Kayu Besar tidak akan tercapai.

Peta lokasi Interchange/GT Paluh Kemiri

Arah masuk Jalan Akses GT Paluh Kemiri

Continue reading

Rock’n Roll Hall of Fame : Who Inducted Who? (List Recap of all RRHoF Inductees and who present/induct them on the ceremony)

Well you can easily get the list of inducteed artists/musicians in the Rock’n Roll Hall of Fame along the years since its first inception back in 1986.

BUT don’t you wanna know who inducted and introduced them in the annual RnRHOF ceremony?
It is interesting, typically the young musician who are inspired by the inducted artist comes to the stage to pay tribute and welcome his/her/their hero into the Hall.

And to see how they introduce, praise, screams w
However it is not uncommon to have close friends of the inductee, or even ‘senior’ to induct them on the stage.

    Note :

Most of the names here (first ones) for each year fall into PERFORMER CATEGORY. Besides, we have non-performer category(producer, labels, manager, etc) – now it’s called Ahmed Ertegun Award, and early influences category (musician came from the very early as 1920-30′-40’s which predate rock’n roll) 

1986

CHUCK BERRY : Keith Richards (The Rolling Stones)
BUDDY HOLLY : John Fogerty (CCR)
JERRY LEE LEWIS : Hank Williams Jr
ELVIS PRESLEY : Julian Lennon and Sean Lennon (sons of late John Lennon who is a very big fan of Elvis)
JAMES BROWN
SAM COOKE
FATS DOMINO
THE EVERLY BROTHERS Neil Young
ROBERT JOHNSON (early influences category)

SAM PHILLIPS (non performers category)
ALAN FREED Scott Muney and Norm Nite (non performers category)
Continue reading

Jelajah Medan : Ruko MMTC

Di awal-awal masa pembangunannya sekitar tahun 2004-2006, proyek Medan Metropolitan Trade Center ini digadang-gadang akan jadi salah satu proyek ‘campuran’ prestisius yang besar di salah satu sudut Kota Medan (lebih tepatny Kab. Deli Serdang karena lokasinya di Desa Medan Estate dekat Unimed yg sudah masuk wilayah administratif Kabupaten)

Namun sampai saat ini lokasi MMTC ini masih lebih identik dengan ruko-ruko (yang sayangnya kebanyakan masih kosong). Daerahnya sendiri tidak boleh dibilang sepi…

Stasiun Tenjo – November 2016

Dalam beberapa tahun terakhir seluruh stasiun yang dilalui oleh KRL Jabodetabek mengalami revitalisasi besar2an. Sebagian besar berubah wajah (Sudirman, Juanda, Palmerah, Maja, dsb), sebagian lagi direnovasi dan ditata ulang.

Jalur KRL Jakarta – Serpong – Parung Panjang – Maja juga turut mendapat berkah. Coba lihat stasiun2 di sana sekarang semua nyaris dapet gedung baru dan peron baru 😀 Tapi, dari semua revitalisasi stasiun di jalur Jakarta – Serpong – Maja, mungkin Tenjo inilah stasiun yg proses upgradeny boleh dibilang terhambat dibanding yang lain. Yang berhasil direvitalisasi hanyalah gedung stasiun, tapi peron dan penataan lintasan dan sekitarnya sama sekali jalan di tempat. Ini karena lokasiny yg emang dekat sekali dengan jalan raya dan pasar, tapi alasan lainny belum tahu…

Padahal stasiun ini sangat strategis, dilintasi jalan raya Tiga Raksa – Tenjo, dekat persimpangan ke Daru, serta titik terbaik untuk menuju Tiga Raksa bagi yg mau naik KRL. Ada sejumlah ‘trayek2’ omprengan di dekat sini, pasar Tenjo sangatlah ramai. Jumlah penumpang di stasiun ini setiap saya lewat juga sangat ramai, karena strategisny lokasi stasiun.[/FONT]

Continue reading

“Om Telolet Om” Phenomenon – (Indonesia origin)

It starts with many Disk Jockeys (DJs) re-tweeting “Om Telolet Om” phrase, and suddenly by Tuesday evening to Wednesday (20th Dec 2016-21 Dec), the Indonesian funny, catchy, silly, meaningless term has gone viral, it is easily found on social media trends either Facebook, Twitter, or Instagram.

Problem was, there are vast number of people who are not Indonesian getting curious about the strange term (not sure to use term annoyed as so many people mostly ask what it is rather than stop it)

As my fellow Indonesian had explained, let me explain it again:
It is term which are used by children (and later adults are also following) in Java island, Indonesia by the street to call the bus drivers to press their horns when the buses go pass through them..
Actually most of public buses had their horns sound modified, thus it barkings like ‘telolet’ (3 notes melody) instead of normal horn sound which usually only one note. And children are very appealed of it so they wait by the street, and when the bus come they shout “Om Telolet Om!” to the drivers to press their horn (some are even put the term on a paper so driver could see it) –> see the video below
Continue reading

Hunting Foto di Bandung

Bandung’s beautiful and unique tourist destinations 🙂
Visit Bandung!

risyanatalie25's Blog

Hola!
Aku mau sharing tentang tempat hunting foto-foto di Bandoeng nih. Jadi misalnya buat kalian yang suka foto-foto alay sendiri (Selfie), atau foto baju apa yang kalian pake untuk suatu hari yaitu OOTD (Outfit Of The Day), atau juga ada yang anak hits banget mau foto pake Go-pro gitu yang kekinian banget gitu ya, tapi mau keliatan keren gitu buat di-post di Social Media, kalian bisa hunting foto di tempat-tempat yang bisa bikin orang-orang mikir ‘Bandung Keren Banget’. Ini ada beberapa tempat keren di Bandung:

1. Tebing Keraton
Tempat ini lagi hits-hits nya nih di Bandung. Dikarenakan tempat ini tuh pemandangannya keren banget, view-nya langsung ke pohon-pohon, sawah, kaya lebih ke alam gitu. Tapi sayangnya kesananya tuh aksesnya agak susah, butuh perjuangan gitu. Jadi aku saranin:
– Katanya sih kalo mau dapet view bagus kalian harus nungguin Sunrise. Jadi kalian harus dateng sekitar jam 3 subuh gitu…

View original post 499 more words