My Diary : Naik KRL dari Jakarta ke Tangerang

Pagi itu saya berencana mengikuti kegiatan rehabilitasi dan penghijauan pantai dengan menanam Mangrove di Desa Tanjung Pasir, Teluk Naga, Kab. Tangerang oleh Green Smile dan FAST IT Telkom. Karena terlambat datang di meeting point para alumni di Bendungan Hilir, saya berangkat sendiri ke lokasi tujuan. Untuk ke Tangerang saya memutuskan menggunakan KRL, sekalian mencoba pertamakalinya karena selama ini baru pernah naik KRL dari Jakarta – Bogor dan Jakarta – Serpong saja 🙂

Saya berangkat dari stasiun Duri. Inilah pengalaman pertama saya berangkat dari Stasiun Duri, selama ini di Lingkar Jakarta saya hanya pernah mencapai Stasiun Tanah Abang saja, never know what is all around in the extent of the railway to the North.

Kereta bersiap untuk berangkat dari Stasiun Duri... terlihat kerumunan pedagang nun jauh di ujung kereta

Kereta bersiap untuk berangkat dari Stasiun Duri… terlihat kerumunan pedagang nun jauh di ujung kereta

Pada jam itu Stasiun Duri terlihat cukup lengang, apalagi ini Hari Sabtu. Terlihat kerumunan pedagang berjualan (pasar kaget) tepat di ujung peron stasiun, sesuatu yang sangat jarang saya lihat di stasiun2 lain di wilayah KRL Jabodetabek yang pernah saya lihat.

Kereta Api kemudian berangkat dari Stasiun Duri. Suasana di dalam kereta sangat sepi, jumlah penumpang bisa dihitung dengan jari. Sepertinya memang rute KRL ke Tangerang tidak begitu ramai bila dibandingkan ke arah Bekasi atau Bogor.

Beginilah suasana dalam KRL Jakarta - Tangerang pagi hari Sabtu, dari arah Duri/Jakarta

Beginilah suasana dalam KRL Jakarta – Tangerang pagi hari Sabtu, dari arah Duri/Jakarta

I feel so excited in and during the train journey as that was the first train journey from Jakarta to Tangerang I have experienced.
Kosongnya kereta membuat saya dengan mudah berkeliling kereta serta menikmati view baik dari sisi kiri maupun kanan kereta api .
Dari dalam KRL, saya dapat melihat jembatan layang tol Cawang – Semanggi – Slipi serta kawasan Grogol dan Duri.

Salah satu momen yang saya tunggu adalah saat kereta melewati persimpangan sebidang dengan Jl. Daan Mogot Jakarta Barat. Langsung deh kamera HP saya nan sederhana beraksi

Jl. Daan Mogot Jakarta Barat, kawasan Pesing

Jl. Daan Mogot Jakarta Barat, kawasan Pesing

Perhentian pertama KRL dari stasiun Duri adalah Stasiun Pesing.
Sama seperti stasiun Duri, stasiun ini juga terlihat cukup sepi.
Cuaca yang cukup cerah membuat saya dapat dengan mudah mengambil foto dari dalam kaca jendela KRL

Stasiun Pesing

Stasiun Pesing

Dari Stasiun Pesing KRL kemudian terus berlanjut. Di sinilah saya mulai menyadari sejumlah perbedaan signifikan jalur rel Jakarta – Tangerang dengan jalur kereta lainnya yang keluar dari wilayah Jabodetabek seperti ke Bekasi, Bogor, dan Serpong.
Mungkin karena jadwal perjalanan KA yang tidak terlalu sering, banyak sekali penduduk dan anak-anak yang duduk, bermain-main, atau sekedar bercanda ria di daerah sekitar pinggiran rel kereta api

Suasana pinggiran rel KA Jakarta - Tangerang

Suasana pinggiran rel KA Jakarta – Tangerang

Stasiun berikutnya adalah stasiun Bojong Baru

Stasiun Bojong Baru

Stasiun Rawa Buaya

mulai dari sini, sinar matahari cerah dapat kelihatan dengan jelas, jumlah bangunan2 tinggi dan ruko-ruko berkurang, berganti rumah-rumah sederhana, pemukiman, dan pepohonan. Waktu menunjukkan jam 10 siang. Terlihat dari Stasiun Rawa Buaya berikut ini berkas sinar matahari

Stasiun Rawa Buaya

Stasiun Rawa Buaya

Stasiun Rawa Buaya, menghadap ke arah Jakarta

Stasiun Rawa Buaya, menghadap ke arah Jakarta

Stasiun berikutnya adalah stasiun Kali Deres. Kalau biasanya Kalideres akrab dengan istilah nama terminal bus di ujung Daan Mogot Jakarta Barat sono, kali inilah saya melihat Kalideres terpampang di plang nama stasiun kereta api. Sekilas pemandangan surrounding the station tidak berbeda jauh dengan stasiun Rawa Buaya.

Stasiun Kali Deres

Stasiun Kali Deres

Kereta api pun melanjutkan perjalanan keluar wilayah Jakarta. Mulai terlihat asap dan cerobong pabrik-pabrik industri di kawasan Kalideres dan Tangerang.

Pabrik-pabrik di daerah perbatasan Jakarta - Tangerang

Pabrik-pabrik di daerah perbatasan Jakarta – Tangerang

Suasana sekejap seperti terlihat lebih hijau, pemandangan didominasi persawahan, sedikit hutan, batu-batuan, dan perumahan khas desa. Inilah pertanda bahwa KRL telah memasuki wilayah Tangerang dan meninggalkan Jakarta.

Pemandangan hijau di Tangerang, sawah dan sebuah bangunan unik nun jauh di sana

Pemandangan hijau di Tangerang, sawah dan sebuah bangunan unik nun jauh di sana

Kereta pun menyusuri daratan Tangerang. Kali ini saya betul-betul excited menyaksikan pemandangan yang bervariasi antara sawah, proyek, rumah, industri, dihiasi dekorasi langit biru cerah dan awan putih yang semakin menambah semarak pemandangan dari jendela kereta yang sedikit kusam ini.

Stasiun berikutnya adalah stasiun Poris. Sebenarnya saya penasaran akan ramai seperti apa stasiun ini pada jam kerja pagi dan sore.
Saat itu keadaan sama seperti stasiun-stasiun sebelumnya sejak dari Duri, sepi kosong.

Stasiun Poris

Stasiun Poris

Akhirnya setelah perjalanan kurang lebih 40 menit, kereta pun tiba di Stasiun tujuan akhir Tangerang. Tidak seperti jalur KRL Jabodetabek lainnya, rel berakhir di stasiun ini, ditandai tembok besar yang membatasi ujung rel. Setibanya di Tangerang, ada cukup banyak penumpang yang akan ke Jakarta segera naik ke kereta, berbeda jauh dengan arus penumpang dari Duri ke Tangerang tadi. Akhirnya KRL ini ada penghuninya juga 🙂

Kereta yang baru saya tumpangi, bersiap kembali berangkat ke Duri, Jakarta.

Kereta yang baru saya tumpangi, bersiap kembali berangkat ke Duri, Jakarta.

Penasaran menantikan kelanjutan proyek rel KA Bandara Soekarno Hatta – Tangerang – Manggarai yang akan dilanjutkan dari stasiun ini ke arah Cengkareng.

SEmentara itu saya pun berjalan meninggalkan stasiun Tangerang. Terlihat suasana klasik kota tua pasar Tangerang di luar stasiun. Bahkan agak sulit melihat dimana lokasi persis stasiun kalau dari luar, petunjuknya sulit dilihat selain gapura kecil klasik bertuliskan Stasiun Tangerang.
Well, dari sinilah saya meneruskan perjalanan ke Teluk Naga, Kabupaten Tangerang. Sampai di sini diary saya, semoga menikmati.. en of course I will continue with another train journeys..fingers crossed! 🙂

Stasiun Tangerang

Stasiun Tangerang

Advertisements

28 thoughts on “My Diary : Naik KRL dari Jakarta ke Tangerang

  1. Orang banyakan mengakses Stasiun Tangerang dari gang masjid agung, baik pejalan kaki maupun motor. Nah kalo angkot dan mobil baru masuk dari gapura itu, dari pasar anyar tangerang (sy baru lihat juga om).

    Ruko di balik tembok di st tangerang udah dibongkar oom awal 2015… Lalu tanah sebelah masjid agung mulai dikosongin juga om. Tandanya emang beneran relnya mau dilanjutin ke kabupaten kata pak walikota. Sebenernya udah ratusan tahun lalu idenya, tapi kelihatannya Belanda kesulitan menyeberangi Cisadane di situ.

    Kabarnya mau dibangun stasiun karawaci, cibodas jg. Sampai dibangun, benar-benar membantu perjalanan pulang pergi warga perum dan perumahan lama kota Tangerang oom…

    Tantangannya satu: “jalan inspeksi” cisadane itu.

    • Dulu emang bisa diakses langsung dari jalan raya di Pasar Anyar itu, gangny pendek hny sekitar 10 m aj.. sayang sekarang ud ditutup, dan semua sekarang harus lewat gang yang dekat Mesjid Agung

  2. terakhir naek kereta KRL jaman SMP tahun 1998-2001,,,baca blog ini saya malah kaget ada gapura kaya gitu,,dulu sihh sebelum mall merebak di pasar anyar deket staisun ini pasti rame,,orang2 pada belanja di sabar subur, borobudur,,tw dehh masih ada apa kaga tuhh tempat belanja hehe…mw nyoba ahhh klo balik tangerang mw naek kereta tangerang

    • Hi, thx for visiting. Sekarang mah pintu masukny Stasiun KA Tangerang ga dari jalan bergapura itu lagi, ud diputer ke arah gang dari dekat Mesjid Agung.

  3. Mas mau tanya,kalau dari depok mau ke stasiun tangerang gimana ya caranya? Bilang ke mas mas loketnya turun di stasiun tangerang atau stasiun duri dulu baru dari duri beli tiket lagi ke tangerang?

    • Hi Dinny, thanks for visiting. Dari Depok, naik KRL yang tujuan Tanah Abang / Duri / Jatinegara. Nanti turun di Stasiun Duri (jalur 1 atau 2). Kemudian bergeser ke jalur 3/4, di situ biasanya sudah menunggu KRL tujuan Tangerang (kalau ga ada, ya ditunggu nanti akan datang dari arah Tangerang). Trayeknya adalah Duri – Tangerang.

      • Kak maaf mau tanya sekiranya kl dr stasiun tangerang ke kawasan industri PT Autocomp Systems Indonesia sekiranya naik apa ya? Jaraknya jauh/dekat? Sy berencana naik gojek

        Trims kak

      • Hi Rino, thanks for visiting.
        Wah Autocomp kan di Balaraja. Jauh itu dari Stasiun Tangerang. Not sure kalo gojek sejenisnya mau, kecuali kamu kasi tips cukup.
        Alternatif lain, keluar dari St Tangerang, kamu jalan kaki ke arah jembatan (nyebrang jalan ke arah mesjid). Deket banget kok. Di situ ada banyak angkot ngetem, setahuku ada yang ke Balaraja, atau setidaknya angkot ke arah Cikupa (dari Cikupa, nyambung lagi angkot ke Balaraja).
        Kalo angkot Balaraja pasti tahu Autocomp Indonesia. Tapi emg enakan naik gojek sih cuma ya itu, ongkosny lebih gede karena jauh

    • Dari Karawaci naik angkot ke arah Pasar Anyar Tangerang…dari situ masuk ke Stasiun KA Tangerang, naik KRL (di situ semuanya KRL arah Duri). Nanti turun di Stasiun Grogol (setelah St Pesing), itu lokasiny persis daerah Jelambar.
      Nah keluar dari Stasiun Grogol, ketemu Jl. Prof. Latumenten. Kalo belok kanan kamu akan menuju arah Simpang Empat Grogol / Trisakti / Citraland. Tergantung tujuan kamu kemana di daerah Jelambar 🙂

      • Hi Imel, Dari Bekasi ke Karawaci tidak ada langsung KRL, tp dr St Tangerang silakan naik angkot ke Karawaci
        Perlu 3 kali ganti KRL kalo ke Tangerang.

        1. Dari St bekasi naik KRL arah Jakarta, nanti turun di St Manggarai
        2. Dari Manggarai, pindah ke jalur 5, naik KRL yang tujuan Sudirman / Tanah Abang / Duri / Jatinegara –> nanti turun di St. Duri
        3. Dari Stasiun Duri, pindah jalur (deket aja) kemudian naik KRL ke arah Tangerang (KRL Tangerang biasanya ud ngetem di St Duri). Turun di St Tangerang, keluar stasiun bisa jalan ke arah Masjid, di situ ada angkot yang menuju Karawaci 🙂

        semoga membantu

  4. Malem mas, saya ada interview di PT GabaG Indonesia
    Perum. Green Lake City Rukan Cordoba Blok D No. 32, Cipondoh, Tangerang sebaiknya turun krl di st. poris atau st rawa buaya? setelah itu naik angkot apa lagi ya? atau adakah alternatif rute jalan lainnya? saya dari Pasar Rebo

    • Hi Lady, sebaikny kamu turun di St Poris atau lebih dekat lagi St Batu Ceper. Kalo angkot saya kurang hapal, tapi dari Batu Ceper ada kok angkot ke arah Cipondoh. Lebih baik naik ojek atau Gojek/Grabbike, biar cepet sampe, kan ada interview.

      Iy dari St Pasar Minggu / Tanjung Barat, naik KRL yg tujuan Tanah Abang / Jatinegara kemudian turun di St. Duri. Dari St Duri naik KRL lagi yg ke arah Tangerang, nanti turun di St Batu Ceper atau Poris (Batu Ceper lebih dekat ke Cipondoh)

      semoga membantu, good luck dengan interview ny

    • Hi, mesti naik angkot lagi ke arah Utara emg agak jauh..setahuku angkot merah, ud pada ngetem koq biasanya di dekat jalan raya yg deket stasiun itu. Kalo dr arah Jakarta, berarti setelah keluar dari stasiun dan ketemu jalan Raya Semanan, cari angkot arah ke KIRI yg ke Terminal Kalideres

  5. Sekarang rame luar biasa om st Tangerang, dari yg dulu nggak banyak orang tau bisa jadi salah satu tempat paling dikenal di Tangerang, udah setara mall-mall di sini populernya. Sampe bangku jemuran dipasang di TNG karena kalo keluar kereta jam sibuk, ramenya minta ampun om hahaha. Stasiun di foto om jaman single track jg ud berubah drastis.

    • Iya mas, sekarang ud berubah drastis banget haha… pintu masukny juga beda. Dan rameny phew… Emg aq mw rencana update blog ini biar ga jadul 🙂

    • Angkot 01 atau pake ojek online aja dr jembatan Cisadane biar gampang ketemunya, scr akses stasiun udh dipaksa pemkot ke pasar (kampret memang)

      Kawasan industri jatake dalem situ mending pake gojek/grab

  6. Kalo dari st.kebayoran mau ke rawabuntu ntar ada transit utk ganti kereta ga ? Atau langsung aja sampai berenti di rawabuntu ?
    Terus cara saya tau kalo kereta di st.kebayoran itu mau arah ke rawabuntu gmn ya ?

    • TInggal ngomong “Stasiun Rawa Buntu” aja, nanti petugas yang bakal input data buat bikin karcisny. Petugas2 itu udah tau nama2 stasiun. No problemo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s