Naik KA Sri Lelawangsa Binjai – Medan, malam minggu pukul 21.00, Maret 2017

Bagi sy, salah satu indikator KA Commuter yang sukses itu adalah KA yg juga rame di larut malam hari oleh penumpang komuter. Dan untuk KA Binjai – Medan ini, tidak mengecewakan, load factor ny pas aq keliling gerbong itu di atas 70% meski sudah jam 9 malam (KA paling terakhir dari Binjai jam 10.30). Gerbong2 di tengah terisi penuh semua, sementara gerbong2 yg ujung ada sejumlah kursi kosong.
Ketika tiba di St Medan pun, penumpang yg dari Medan ke Binjai juga lebih rame (karena KA terakhir dari Medan ke Binjai adalah pukul 09.45). Ragam penumpang kebanyakan keluarga dan rombongan anak muda.

Perjalanan KA malam Medan – Binjai ini emg sangat membantu karena kalo malam angkutan menuju Medan meski ms ada tapi ud bnyk yg ngetem lama dan hny sampe Terminal Pinang Baris, dan dari terminal/Kampung Lalang mesti naik angkot yg juga ngetem (meski angkot ngetem di Medan nggak separah kyk di Jakarta / Bogor/Bandung). Dengan KA, bisa langsung di inti kota Medan di Stasiun.

Untuk diary perjalanan sy yg lama (2013) dengan KA Sri Lelawangsa Medan – Binjai bisa dicek di sini, kalo ada waktu ntar sy update versi 2017
[url]https://ridethewind.wordpress.com/2013/05/17/medan-binjai-travelling-with-commuter-train/[/url]

Suasana Stasiun jam 9 kurang, masih cukup rame baik di luar gedung stasiun maupun di dalam ruang tunggu, meski ga sepadat pas siang/sore

Continue reading

Sore itu di Perlintasan Kereta Api Batang Kuis

Pada jam 6 lewat (jelang magrib – di Sumatra Utara azan magrib agak lebih lama dibanding di Jawa), 2 KA Putri Deli jurusan Medan – Tanjung Balai dan jurusan Tanjung Balai – Medanbertemu” di Stasiun Batang Kuis. KA dari Medan tiba lebih dahulu di Stasiun Batang Kuis, 5 menit kemudian KA dari Tj Balai menyusul.


Continue reading

Indonesian Toll Road / Highways Projects : Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Cisumdawu), West Java

This toll road connects Cileunyi (essentially, Bandung Megapolitan Area) with Sumedang and Dawuan in Sumedang and Majalengka districts respectively, at the Eastern side of Bandung. This project comes at a cost of breaking down the highland and cliffs between Bandung and Sumedang. A regular hell of traffic in Bandung – Cileunyi – Jatinangor – Sumedang highway, especially in Cadas Pangeran, prompt the local officials and society to make a call to the Government for this project since many many years ago.

Jalan tol ini menghubungkan Cileunyi (lebih cocoknya, area Bandung Megapolitan) dengan Sumedang dan Dawuan di Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Majalengka, di sisi timur Kota Bandung. Proyek ini dibangun dengan menyusuri dan menembus dataran tinggi dan perbukitan/pegunungan antara Bandung dan Sumedang terutama. Kemacetan lalu lintas yang parah di jalan raya antara Bandung – Cileunyi – Jatinangor – Sumedang, terutama di Cadas Pangeran, membuat pemerintah setempat dan masyarakat terus-menerus meminta adanya jalan tol sejak bertahun-tahun yang lalu,

Cileunyi-Sumedang-Dawuan Toll Road
Image source : http://mediatataruang.com/percepat-tol-cisumdawu-pemprov-jabar-rencana-tambah-modal-bumd-sebesar-2-triliun/
Continue reading

Jonggol (calon ibukota negara RI di tahun 90-an)

Jonggol… kecamatan kecil di sebelah Timur Laut Kab.Bogor ini pada pertengahan 1990-an pernah dicanangkan jadi lokasi baru ibukota negara menggantikan Jakarta.

Akses ke sini cukup mudah, tinggal menjalani Raya Akses Cibubur, terus melewati flyover Cileungsi, terus arah Taman Buah Mekarsari hingga sekitar 10 km lagi tiba di Kec. Jonggol. Kira2 sekitar 40 km lah dari simpang Cawang UKI Jakarta.

Adapun wilayah kecamatannya luas dan masih asri, penuh persawahan dan ladang-ladang. Sepertinya industri dan pemukiman2 tidak banyak diizinkan di daerah kecamatan sini, mungkin karena memang suatu saat bisa saja dipersiapkan lagi jadi ibukota negara.

jonggol-1
Continue reading

Tele – Pangururan Road (Toba Lake, North Sumatra)

This very panoramic provincial road connecting Dolok Sanggul & Tele (Humbang Hasundutan District) to Pangururan (capital of Samosir District) is the only land road access from main Sumatra Island to Samosir Island which is located in the center of Toba Lake. The road strecthes to about 25 km from the upper mountain up to the lowest point right on the coastal side of Toba Lake The road is now appx. 4-5 m wide, which is an improvement to the early 00′ where it was only 2-3 m wide forced opposite vehicles from two ways to drive slowly. In that period the vehicle on the cliff side even had to stop to give chance to vehicle on the canyon side to move first. Now that is an old song, vehicles can pass comfortably. On this ascending side, the almost naked string of mountains siding Toba Lake can be seen (the unseen left side, under these mountains, is Toba Lake) Continue reading

(calon) Stasiun Sukaresmi, Bogor

(Calon)Stasiun Sukaresmi

Ini adalah calon stasiun baru yang terletak d antara st Bogor dan st Cilebut (kira2 2,5 km dr Cilebut ke Selatan). DIrencanakan utk membantu mengurangi kepadatan Stasiun Bogor.

To the point, Stasiun ini masih galau status pembangunanny Pemkot ud hampir nyelesakan pembangunan jalan akses dari Sholeh Iskandar / Jl Baru Kedung Halang hingga 500 m lebih ke calon lokasi stasiun, tp pembebasan lahan untuk stasiunny oleh PT KAI masih malu2, jd pmbangunan jalan akses dengan rigid ini pun sepertiny terhenti dan malah jadi tempat anak2 alay buat nongkrong. Pdhl tadiny target operasional adalah tahun ini :ohno:

Oh ya, rencanany stasiun Sukaresmi juga bakal jad tempat [B]stabling[/B], penyimpanan rangkaian kereta. [B]Gardu Listrik ALiran Atas Kedung Badak[/B] milik PT KAI yg sudah lama ada di sini sepertiny akan mendukung fungsi stasiun tersebut

^^ Saya ms belum ngeh titik bangunan stasiun persisiny di mana walau bisa diperkirakan. Yang merah kmgkn calon lokasi stasiun, yg merah jambu itu jl akses dri Sholeh Iskandar ke stasiun, aspal rigid beton, yg coklat itu jalan yang sudah ada dan kemungkinan besar jd akses stasiun dr Raya Cilebut. Hitam rel KA, orange Jl Raya Cilebut, dan abu2 kemungkinan jadi tempat parkir, areany kosong.

Continue reading

Map of Commuter Line Train Journeys of Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi) with distances — Peta Rute Perjalanan KRL Commuter Line Jabodetabek UPDATE 2017 (lengkap dengan jarak antar stasiun)

This is the designated map of Commuter Line Train (KRL Commuter Line) of Jabodetabek Metropolitan Area updated as per April of 2017 (it is using electrified train system)

Berikut ini adalah peta rute perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek Gapeka 2017 (update April 2017).

Starting from 1st of April 2017, the train journey towards Serpong – Parung Panjang – Maja has now been extended into Rangkasbitung, the capital city of Lebak District, in Banten. All local economy trains from Jakarta to Rangkasbitung have been stopped, changed with Commuter Line Train. Cost is fixed IDR 8000 from Tanah Abang Railway Station in Jakarta to Rangkasbitung.

Mulai 1 April 2017, perjalanan KRL arah Serpong kini diperpanjang sampai Rangkasbitung. KA lokal Rangkas sudah ditiadakan, fully KRL sampe Rangkasbitung 🙂 . Untuk perjalanan KRL dari Stasiun Tanah Abang menuju Rangkasbitung, tarifnya sebesar Rp 8.000.

Another update, from total 154 KRL train trips travelling from Bekasi to Jakarta Kota, there are 8 trips which routes are switched to go through Pasar Senen Railway Station (previously all Bekasi – Jakarta Kota train journeys are passing through Manggarai – Cikini – Gondangdia railway stations).  4 trips from Bekasi to Jakarta Kota, and another 4 trips from Jakarta Kota to Bekasi.
Means that 4 trips from Bekasi will turn right in Jatinegara Railway Station, instead of going straight to Manggarai Railway Station. This will help passengers who wants to go to area near Senen – Kemayoran, etc. All the other remaining trips are still going through Manggarai Railway Station as usual.

Kemudian ada 8 perjalanan KRL Bekasi – Jakarta Kota yang kini akan melalui Stasiun Pasar Senen, tidak lagi melalui Manggarai. Artinya KRL dari Bekasi tsb saat di Jatinegara akan berbelok kanan menuju Gang Sentiong – Senen – Kemayoran – Rajawali, tidak melalui Manggarai. Ingat hanya 8 perjalanan saja, dari total 154 perjalanan KRL Bekasi – Jakarta Kota.
Perjalanan KRL Bekasi yang lain tetap melalui Stasiun Manggarai – Cikini – Gondangdia menuju Stasiun Kota seperti biasa. Ini akan membantu penumpang dari Bekasi yang memang hendak ke tujuan Pasar Senen, Kemayoran, dan skitarnya.

(To zoom the picture or view bigger map, please visit:
untuk gambar ukuran besar atau hendak men-zoom, sila visit ke: https://drive.google.com/file/d/0ByqRclZHV2FVY1FDNDM0THctdWM/view?usp=sharing
atau https://s18.postimg.org/m0mwzaat5/Peta-_Rute-_KRL-2017-1.jpg)

Since 1st of October 2016, PT KCJ (Commuter Line Operation Company) introduced new train fare according to the distance between stations. For the first 25 km, passengers will be charged IDR 3000, and then IDR 1000 for each additional 10km distance. Don’t worry, going with Commuter Train in Jabodetabek is very cheap, you should have more than enough money to cover that (the longest distance which around 120 km shall cost you IDR 14.000 / app. US$ 1.1, extremely cheap isnt it? 🙂 )

Sejak 1 Oktober 2016 kemarin, PT KCJ (Commuter Line) memperkenalkan tarif KRL berdasarkan jarak antar stasiun. 1-25 km pertama tarif adalah Rp 3000 kemudian ditambah 1000 untuk 10 km berikutny.

Remember when doing transaction, you also have to pay deposit IDR 10.000, which you can claim after arriving in your destination railway station.

But it is recommended, due to huge people using Commuter Line train and avoiding queue on the check, use some top-up cards issued by Indonesian Bank like Flazz BCA Bank, E-Money Mandiri Bank, etc. Don’t worry, you can also purchase the card on the station, tell the cashier/counter that you want to buy Multi-Trip Card.

The card (which you will tap in gate-in and gate out of railway stations) shall cost IDR 50.000 consists of administration cost IDR 20.000 + your card account balance IDR 30.000, and later you can add the amount on the station cashiers.

****

In the future, the KRL train will also extend its way towards the East to reach Cikarang Railway Station, West Java which is the central of many big industrial zones and big factories. Some railway stations between Bekasi and Cikarang like East Bekasi, Tambun, and Cikarang have been going through extensive modernization and renovation to prepare for Commuter Line trips (previously, only local economy trains that stop on these stations from Jakarta).
Soon after the Double-Double Track Railway Project (4 railway lanes from Jakarta to Bekasi) is finished, the Commuter Line trips to Cikarang are expected to see the light of the day.

Ke depan juga KRL akan mencapai Stasiun Cikarang, Jawa Barat. Stasiun2 seperti Bekasi Timur, Tambun, dan Cikarang saat ini sudah hampir kelar proses renovasi agar mendukung perjalanan KRL. Segera setelah proyek Double Double Track (4 rel sejajar) dari Manggarai sampai Bekasi selesai, maka KRL ke Cikarang akan mulai dioperasikan dan jumlah perjalanan KRL ke arah Bekasi akan bertambah.