Binjai : Tengku Amir Hamzah Street (Binjai – Stabat Sumatra Highway)

Jl. Tengku Amir Hamzah / Raya Binjai – Stabat

Distance : +/- 6 km from Binjai Bus Station to the border with Deli Serdang District
This highway in North Sumatra connects Binjai city and Stabat, capital city of Langkat District, just around 20 km from Medan. It is part of Eastern National Sumatra Highway.The street is named after a national hero from Langkat District, Tengku Amir Hamzah.

Next year, Medan – Binjai Toll Road will be used to go to/from Aceh and Langkat District at the expense of this road, thus vehicles do not have to pass through Binjai downtown.

maps

In the Binjai downtown area, the road has separator

Continue reading

Naik KA Sri Lelawangsa Binjai – Medan, malam minggu pukul 21.00, Maret 2017

Bagi sy, salah satu indikator KA Commuter yang sukses itu adalah KA yg juga rame di larut malam hari oleh penumpang komuter. Dan untuk KA Binjai – Medan ini, tidak mengecewakan, load factor ny pas aq keliling gerbong itu di atas 70% meski sudah jam 9 malam (KA paling terakhir dari Binjai jam 10.30). Gerbong2 di tengah terisi penuh semua, sementara gerbong2 yg ujung ada sejumlah kursi kosong.
Ketika tiba di St Medan pun, penumpang yg dari Medan ke Binjai juga lebih rame (karena KA terakhir dari Medan ke Binjai adalah pukul 09.45). Ragam penumpang kebanyakan keluarga dan rombongan anak muda.

Perjalanan KA malam Medan – Binjai ini emg sangat membantu karena kalo malam angkutan menuju Medan meski ms ada tapi ud bnyk yg ngetem lama dan hny sampe Terminal Pinang Baris, dan dari terminal/Kampung Lalang mesti naik angkot yg juga ngetem (meski angkot ngetem di Medan nggak separah kyk di Jakarta / Bogor/Bandung). Dengan KA, bisa langsung di inti kota Medan di Stasiun.

Untuk diary perjalanan sy yg lama (2013) dengan KA Sri Lelawangsa Medan – Binjai bisa dicek di sini, kalo ada waktu ntar sy update versi 2017
[url]https://ridethewind.wordpress.com/2013/05/17/medan-binjai-travelling-with-commuter-train/[/url]

Suasana Stasiun jam 9 kurang, masih cukup rame baik di luar gedung stasiun maupun di dalam ruang tunggu, meski ga sepadat pas siang/sore

Continue reading

Gerbang Tol Paluh Kemiri (Maret 2017) – Progress Jalan Tol Medan Tebing Tinggi

Lokasi : Simpang Jalinsum RS. Grand MEdistra, Junction Kuala Namu

Posisi Gerbang Tol ini persis sama seperti GT Cimahi di Tol Padaleunyi, dimana posisiny akses ke Junction Pasteur di Bandung sebelah Barat, bukan main toll road ny Padaleunyi

GT ini informasi awalnya tidak begitu jelas. Di render2 awal tidak terlihat kalo aksesny menuju Jalinsum dan lebih ke arah Jl. A. Yani (arah Polres Deli Serdang) di daerah Desa Paluh Kemiri, tapi sesuai dugaanku gerbang tol ny akhirnya masuk dari Jalinsum. Karena dari Kota Lubuk Pakam dan pusat pemerintahan Pemda akan jauh banget memutar menuju GT Lubuk Pakam bila hendak ke Medan. Sementara kalo mesti dari GT Tanjung MOrawa, maka tujuan mengurangi kepadatan Jalinsum terutama simpang Kayu Besar tidak akan tercapai.

Peta lokasi Interchange/GT Paluh Kemiri

Arah masuk Jalan Akses GT Paluh Kemiri

Continue reading

Overpass Jalinsum RS. Grand Medistra Lubuk Pakam (Maret 2017) – Progress Tol Tanjung Morawa – Kuala Namu – Tebing Tinggi (Medan – Tebing Tinggi)

Overpass ini merupakan bagian dari Kuala Namu Junction Tol Tj Morawa – Tebing Tinggi, melintasi Lintas Sumatra Jl Raya Medan – Lubuk Pakam (Jalinsum) tepat di samping RS. Grand Medistra Lubuk Pakam. Lokasinya berada sekitar 1 km setelah Interchange Parbarakan, yang merupakan persimpangan jalan tol Medan – Tebing Tinggi dengan Junction Tol ke Bandara Internasional Kuala Namu

Oh iya, Gerbang Tol Paluh Kemiri lokasiny sangat berdekatan dengan overpass ini, berada kira2 300 m di sebelah kiri foto yang pertama. Pintu masuk jalan arteriny adalah dari Jalinsum, untuk akomodir pengguna kendaraan dari Pemda DPRD Deli Serdang, terminal bus, serta kota Pakam


Continue reading

Progress Tol Medan – Tebing Tinggi (Tanjung Morawa – Kuala Namu – Tebing Tinggi) : Gerbang Tol Perbaungan

Gerbang Tol Perbaungan merupakan Gerbang tol ketiga Jalan Lintas Sumatra Proyek Tol Tanjung Morawa – Bandara Kuala Namu – Tebing Tinggi, setelah Gerbang Tol Paluh Kemiri di kawasan Pemda Lubuk Pakam serta Gerbang Tol Lubuk Pakam yang berada sebelum perbatasan Kota Lubuk Pakam – Perbaungan (Sungai Ular)

Kalo melihat lokasiny memang bukan alternatif yang cocok kalo mo ke KOta Perbaungan atau Pantai Cermin atau Pabrik PKS Adolina. Aksesny lebih dekat dari GT Lubuk Pakam.

GT Perbaungan ini untuk akses ke Pasar Bengkel dan Jalinsum sepanjang jalan, juga mungkin akses lebih dekat ke Pantai Klang, Pantai Mangrove, Pantai Romantis

Lokasi : Desa Sei Sijenggi, sekitar 2 km dari Pasar Bengkel, 6 km dari Kota Perbaungan

Progress pembangunan halan masuk ke tol dari Jalinsum. Ada sekitar jarak 4 km dari simpang Jalan Lintas Sumatra hingga menuju Interchange Perbaungan Jalan Tol. Gerbang Tol berjarak sekitar 1,5 km dari titik persimpangan.

Persimpangan jalan masuk tol dengan Jalinsum yang padat. Selepas Kota Perbaungan, Jalan Lintas Sumatra menyempit hingga 2 jalur menuju Tebing Tinggi, sehingga kepadatan kendaraan adalah pemandangan sehari-hari

Gerbang Tol, Masih dalam tahap finishing

Continue reading

Progress Pembangunan Jembatan Baru Sungai Wampu – Jalan Lintas Sumatra Kota Stabat

Jembatan Sungai Wampu persis di ujung Kota Stabat adalah jembatan terpanjang di Jalan Lintas Sumatra Propinsi Sumatra Utara, melintasi sungai terbesar di Sumatra Utara yakni Sungai Wampu.
Dengan semakin padatnya kendaraan yang melalui jembatan Sei Wampu di Stabat, maka pemerintah pusat menganggarkan pembangunan jembatan baru di samping jembatan lama yang saat ini sedang dikerjakan.

Material konstruksi terlihat dari arah Kota Stabat


Continue reading

Apakah perilaku pengguna KRL sehari-hari mencerminkan Sosiologi Masyarakat?

dari dulu aq emg mikirin gitu, karakter penumpang2 di stasiun itu bisa terlihat dari tool2 seperti gate, eskalator, loket, penggunaan kartu multitrip/e-moaney/flazz vs kartu single trip

But don’t get me wrong, I’m not speaking in negative way. ..dengan penduduk Indonesia (in this case Jabodetabek) yg berlatar belakang berbeda2 baik profesi, tempat tinggal, pendidikan, dsb, maka stasiun2 KRL jadi tempat yang very practical untuk melihat cakrawala kehidupan berbagai lapis masyarakat.

1. St Bogor itu ms bnyk banget yg beli tiket di loket terutama yang berusia paruh baya ke atas dan lansia, karena emg itulah kultur orang tua kita “Antrilah di loket, untuk beli tiket” dan akan sulit untuk ‘dipaksa’ menggunakan model transaksi kartu isi ulang (mana bisa kartu itu dipake beli sayur di pasar atau ongkos angkot ). Setidakny itu yg aq tangkap dari cerita2 bersama orang2 tua pengguna KRL mengapa mereka mau capek2 ngantri panjang di loket pdhl bisa beli e-money / INdomaret Card / dsb…yaa memang secara alamiah pikiranny belum seperti generasi melek teknologi, butuh waktu berminggu bahkan mungkin berbulan menyesuaikan dengan perkembangan iptek
Pdhl kalo misalpun jarang naik KRL, cuma rugi sekitar 20 rb aja beli kartu, pulsa di dalamnya sampek taun depan pun bakal tetap ada.
Continue reading