Pope Francis New Year 2015 Resolutions

Pope Francis 2015 Resolutions

1. DON’T GOSSIP.
“When we gossip, we “are doing what Judas did,” and “begin to tear the other person to pieces. Every time we judge our brother in our hearts or worse when we speak badly of them with others, we are murdering Christians,” Francis says. “There is no such thing as innocent slander.”

2. FINISH YOUR MEAL.
“Throwing food away is like stealing from the tables of the poor, the hungry! I encourage everyone to reflect on the problem of thrown away and wasted food to identify ways and means that, by seriously addressing this issue, are a vehicle of solidarity and sharing with the needy.”

3. MAKE TIME FOR OTHERS.
“If the Pope can find time to be kind to others, if he can pause to say thank you, if he can take a moment make someone feel appreciated, then so can I. So can we.” Fr James Martin
Continue reading

Menteri Ignasius Jonan Menghadapi Badai Kritik Carut Marut Dunia Transportasi Nasional

Minggu 11 Januari 2014 di TV One kmaren malam , Pak Ignasius Jonan tak mampu menyembunyikan rasa lelah di wajahny, baik karena fisik maupun batin, mood dibanjiri kritik sana-sini akibat beberapa kebijakannya belakangan Yg saya perhatikan, pakaian ala ‘blue collar man’ alias kaum buruh/pekerja, tampilan sederhana, nyaris tidak senyum sama sekali mgkn karena mood tadi, dan sepanjang wwncara cukup sabar meski tetap terlihat sisi agresifitasny sebagai pejabat yg mengingatkan saya masa2 jadi Dirut PT KAI dulu.. Beliau hadir langsung untuk menjelaskan panjang lebar kebijakanny belakangan ini langsung di TV agar bisa disimak semua orang ^_^

Pendapat saya :

1. Memang kurang sempurna, tapi mnurut saya TIDAK ADA yang salah dengan bbrp kebijakan yg diambil beliau seperti mengharuskan face-to-face briefing dgn pilot, penataan rute airlines, sanksi trhdp airlines, kebijakan batas bawah tarif airlines (yg sebenarnya HANYA naik dari 30% menjadi 40%), dan mutasi sejumlah pejabat – yg kurang beruntungny poin ini gagal jadi fokus media/publik. Sy yakin beliau akan terus bergerak progress menata carut marut transportasi nasional.
2. IMO kekuranganny adalah d TIMING pengambilan kebijakan. alangkah baikny Pak Jonan tunggu bbrp minggu lagi stlh kejadian kecelakaan ini karena skrg masih masa duka yg mendalam bg seluruh bangsa – bukan hny keluarga penumpang. Tim juga masih mencari jenazah dan black box yg akan dianalisis untuk mengetahui penyebab kecelakaan. (as it stands black box sudah ditemukan). Andai dilakukan belakangan, mungkin kebijakan yg dambil bisa lebih menyeluruh, termasuk bisa buat kebijakan mengatur penumpang semisal utk tidak menyalakan HP di pesawat. 🙂
3. Loop hole satu lagi adalah sebagai menteri, domain publik jauh lebih luas ketimbang sewaktu jd Dirut PT. KAI. Di wawancara tadi beliau mengakui tidak ada dampak langsung tarif trhdp keselamatan, melainkan bentuknya jangka panjang (alias tidak langsung) dan juga mengakui carut marut di pemerintahan untuk industri penerbangan yg jadi salah satu kekurangan. MASALAHNYA, publik bnyk yg awam soal penerbangan dan akhirny jadi menduga pemerintah menyalahkan airlines dan harga tiket yg dibayar penumpang, akibatnya beliau kebanjiran kritik sana-sini pdhl sbnrny niatny baik dan kebijaknny juga tidak sembarangan dan bahkan sudah di-phase beliau sejak Nov/Des kmaren, bukan setelah kecelakaan IAA.
4. Sambungan poin no 3, saat jd Dirut PT KAI, beliau dengan teguh menjalankan kebijakan clearance stasiun dan railway meski ditentang keras bnyk pihak seperti pedagang, LSM, ‘orang kecil’, dan bahkan mhsw UI juga berdemo menentangy- yg bikin Stasiun UI menjad stasiun terakhir yg ditata oleh PT KAI di Jabodetabek. Keteguhan itu sy yakin dibawa oleh beliau menjadi Menteri, hny sayangny kini domain publikny jauhh lebih luas, pengguna pesawat jauh lebih banyak dari pengguna KA, ratusan juta orang penggunanya. Publik yg awam itu mana ngerti istilah FOO, BMKG, take-off, cruising, Pax, holding area, proses marshalling (ms bnyk penumpang semangat nyalakan HP saat pesawat masih marshalling – bergerak mo parkir, pdhl itu sangat mengganggu). Konsekuensinya, langkah kebijakan beliau dianggap reaktif dan naif oleh bnyk orang, terkesan menyalahkan airlines dan tiket murah sbg penyebab kecelakaan, padahal bukan itu maksudnya. Sadly di negeri ini, ‘Kesan’ itu lebih mudah ditangkap indera ketimbang ‘Substansi’ kebijakan. 😦
5. Pak Jokowi 2 hari lalu menyebut pemerintah bertanggung jawab atas semua carut-marut dunia perhubungan. Saya menduga, ini salah satu langkah Presiden untuk mendinginkan suasana sekaligus membantu menteriny yg sedang dihujani kritik sana-sini. 🙂
6. Carut marut dunia perhubungan ud kayak gunung es, dan memang kehadiran Menteri yang agresif, progress, blue collar dan working class attitude, seperti Dahlan Iskan (sayang ga kepilih gara2 kader PD 😥 ), Susi P, Anies B, Lukman Hakim, dan Ignasius Jonan sangat dibutuhkan. Alangkah baikny ada dedicated juru bicara kemetrian atau mungkin Presiden turun tangan langsung secara periodik untuk menjelaskan langkah2 kebijakan yg diambil kepada publik agar mengerti maksud dan tujuanny, sehingga Menteri2 bisa fokus 100%kerja dan meminimalisir pengaruh tekanan publik yg kayak kita-kita banyak yg kurang mengerti scope kebijakan tersebut.
7. Ada 3 idola sy yg dulu sy prediksi bs jadi menteri, Anies B, Ignasius J, dan Dahlan I. Syg Pak DI ga bisa dipilih, tp sy yakin pak Ignasius dengan kualitas yg dipunya bisa deliver the results, Amin O:)