Perbandingan Casting Aktor/Aktris Mahabharata versi BR Chopra (1988) dgn versi Star TV (2011)

Sebagai penggemar cerita Mahabharata termasuk suka membaca komik/buku/literatur nya, tentu tidak bisa melewatkan 2 serial Mahabharata di TV yang paling populer yakni versi buatan BR Chopra akhir 80-an (di Indonesia ditayangkan di TPI setiap jam 11 siang Senin-Jumat pada awal 90-an, sekitar tahun 91-93), dan tentu yg masih hangat di ingatan karena baru saja ditayangkan di Anteve, yakni buatan Star TV.

Ceritanya sendiri sangat kompleks dan butuh bertahun-tahun bagi saya untuk lebih memahami alur cerita Mahabharata dari awal hingga akhir, termasuk baca-baca sejumlah literatur meski nggak sampai finish semuanya. Nggak heran saya sering mendengar – termasuk di keluarga saya – yang bingung ama cerita Mahabharata, dikarenakan baru pertama kali nonton ya yg di Anteve kemaren ๐Ÿ˜€

Kekuatan cerita Mahabharata adalah penokohan. Setiap tokoh yang terlibat memiliki penggambaran karakter yang jelas dan unik, serta punya histori masing-masing.

So, sudah jelas casting untuk serial TV Mahabharata menjadi amat sangat penting, karena dari akting merekalah akan tergambar bagaimana sifat, tingkah laku, serta pandangan hidup dari tokoh yang mereka perankan. Di sini saya coba sedikit analisis penokohan di kedua serial Mahabharata (BR Chopra 1988 dan Star Plus 2013).

For the record,, ini tentu review seorang fans awam, yang kurang paham secara mendalam kisah epik Mahabharata. It’s subjective and you have every right to disagree, open to any correction. Enjoyย ๐Ÿ™‚

1. Sri Khresna (Khrisna)

Rasanya sulit sekali membandingkan antara kedua pemeran Khrisna (Nitish Bahrdwaj & Saurabh Raj). Keduanya benar2 tampil memukau dan berkharisma, memancarkan aura Sri Khrisna yang adalah sangat dihormati dalam dunia Hindu.

Khrisna di serial BR Chopra 1988 memiliki postur tubuh yang lebih kecil, tapi terlihat sangat cerdik dan pandai memainkan skenario atau perasaan orang layaknya kancil yang pintar. Bahkan most of the times terlihat seperti seorand ‘dirigen’ yang sedang memandu sebuah orkestara, dan mengkoordinasi individu-individu di dalamnya.

Sementara Khrisna di Star Plus 2013 terlihat anggun dan muda, dengan tubuh yang tinggi namun selalu tersenyum ramah dan hangat serta lembut, terlihat saat dia sedih saat kematian Abimanyu (Khrisna di BR Chopra 1988 sangat jarang sekali memperlihatkan kesedihan dan less emosional dibanding di Star Plus, mungkin ini salah satu perbedaan yang menonjol).
khrisna
Selain itu hubungan Khrisna – Arjuna di BR Chopra 1988 terlihat dekat sekali bagai guru dan murid dan banyak mempengaruhi Arjuna di Perang Bharatayudha, kalo di Star Plus lebih ditonjolkan kedekatan sebagai saudara sepupu. Oh ya, Khrisna di Star Plus 2013 juga sangat dekat dengan Draupadi, (lihat penjelasan saya di bagian Drupadi)

I like : (DRAW/TIE)

2. Yudhistira
yudhistira
Mulanya saya skeptis banget dengan Yudhistira versi Star TV yang terlihat jauh lebih muda (dan rupawan – I suspect serial yang Star TV ini emg casting aktor2 yang klimis, yang attractive haha ๐Ÿ˜€ ). Coba bandingkan dengan Yudhistira versi BR Chopra yg terlihat lebih dewasa dan pintar dibanding keempat Pandawa yang lain yang memang lebih emosional. Suara pemeran Yudhistira di Mahabharata lama juga pas banget seperti saat menegur adik-adiknya, terdengar sebagai seorang anak sulung.

Namun terus terang, akting Yudhistira ‘baru’ ini benar2 mencuri perhatian saya dan dapat memperlihatkan bagaimana Yudhistira adalah Pandawa yang paling tenang, bijak, dan intelektual dibanding adik2ny yg emosian. Adegan di dekat danau dimana ia berhasil membuat penjaga danau menghidupkan lagi adik-adiknya yang mati setelah ia berhasil menjawab 100 pertanyaan tentang Dharma, sangat mengesankan. Dan di adegan penutup serial saat upacara pemberian mahkota, sang aktor bisa menampilkan visualisasi betapa Yudhistira memang pantas jadi raja ๐Ÿ™‚

I like : Yudhistira Star TV

3. Bheem (Bima)
Bima di versi BR Chopra digambarkan benar2 kuat dan perkasa selayakny Hanoman, perawakan paruh baya, berbadan paling besar dengan wajah sangar dan penuh amarah. Sementara Bima di versi Star TV tidak jauh berbeda, sayang pemeranny terlihat muda, sehingga di saat perang Bharatayudha terlihat agak aneh karena dikisahkan dia sudah punya anak yang besar yaitu Ghatotkaca, tapi wajah Bima terlihat masih muda.
bheem
Namun usia muda pemeran Bima di versi Star TV terasa pas dengan ditonjolkanny gelora amarah dan emosi yg masih sangat labil. Agak sulit memutuskan, namun akhirnya adegan2 di versi BR Chopra dimana Bhima memperlihatkan kemarahan dan keperkasaan, seperti saat membawa dan mengayunkan gada, membunuh Dursasana, membentak Guru Drona akibat kebingunganny dalam bersikap, benar2 memorable.

I like : Bheem versi BR Chopra 1988

4. Arjun (Arjuna)
arjuna
I like :
Harus kuakui, Shaheer Sheikh stole this show di Mahabharata Star TV 2013. Gagah dan perkasa, pemberani wajah rupawan, emosional, dan peyampaian kalimatny (tentu yg Bahasa Hindi) mencerminkan suara seorang ksatria.

Arjuna di BR Chopra 1988 juga sebenarnya tangguh dan dalam adegan2 sangat ditonjolkan kemampuan memanahnya, namun sisi emosional / kelembutan hatinya juga sangat dominan – which sedikit krg cocok mengingat Arjuna adalah seorang ksatria petempur yang paling ditakuti di Bharatayudha.

Contoh saja, adegan menangis tersedu2 gundah gulana saat ia memanah Bhisma, kematian Guru Drona, dan kematian Abimanyu. Perbedaannya memang di situ, Arjuna di BR Chopra ’88 diceritakan sangat dekat secara emosional dengan kakek Bhisma dan Guru Drona – yg mana Arjuna adalah cucu dan murid kesayangan kedua tokoh itu (coba ingat2 dimana adegan Shaheer Sheikh menangis tersedu2 seperti anak-anak?) Yang ada adalah tangis kemarahan dimana adegadn2 setelahnya lebih memperlihatkan keperkasaan Arjuna dibanding sisi emosionalny (ingat adegan dia menyerbu kamp Kurawa setelah kematian Abimanyu)?
Oh ya, nama pemeran Arjuna di versi BR Chopra adalah Arjun, a coincidence ๐Ÿ™‚ )

I like : Arjuna versi Star TV Plus 2013

5. Nakul (Nakula)
Dari antara kelima Pandawa, sebenarny di beberapa literatur yang kubaca Nakula digambarkan Pandawa yang memiliki wajah paling rupawan, namun kayakny versi Star TV tidak mengindikasikan itu (entah apakah casting Sadewa dengan Nakul tertukar, atau emang Arjuna lebih ditonjolkan hehe) ๐Ÿ˜€ Namun terlepas dari itu, Nakula memiliki banyak dialog dan lumayan menonjol peranny di versi Star TV mendampingi saudara kembarny Sadewa.

Sementara di versi BR Chopra, Nakula tidak begitu banyak mendapatkan air time atau dialog yang spesifik dibanding keempat Pandawa yang lain. Agak disayangkan sih, tapi dari yang kubaca memang script Mahabharata tidak banyak mensuratkan adegan2 yang spesifik berkaitan tentang Nakula sendiri (please correct me if I’m wrong).
I like : Nakula versi Star TV

6. Shaadev (Sadewa)
sadewa
Adegan pertarungan penuh dendam dari Sadewa melawan pamannya Sengkuni sulit dilupakan. Sama seperti saat ia pertama mengucapkan ikrar semasa di pengasingan, bahwa musuh yang akan diincarnya adalah Sengkuni, ย sebagai biang kerok pertikaian dan kelicikan di pertempuran Bharatayudha.

Namun perwatakan Sadewa secara keseluruhan lebih terlihat di Mahabharata Star TV 2013, sisi kelembutan saat bertarung dengan pamannya (adik ibunya, kusir Karna), sisi keteguhan dan kekerasan hatinya saat berdebat dengan kakak2ny, serta teriakan darah mudahnya yang mencerminkan ia Pandawa termuda. Sulit melupakan tatapan matanya yang penuh amarah itu, seperti saat ia mengejar habis2an dan membunuh Sengkuni – meski pertarungan mereka tidak sedramatis versi BR Chopra ๐Ÿ™‚
I like : Sadewa versi Star TV

7. Duryodhan (Duryudana)
duryodhan
Duryudana versi BR Chopra terlihat sangat memikat, sebelum berbicara atau bergerak saja bahkan audience ud bisa merasakan ‘aura’ bahwa dia orang yang jahat sekali. Kumis tebalnya sangat ikonik, belum lagi pakaian tempur serba hitam serta ekspresi tertawany yang sangat keras (tentu bantuan sound effect) melihat kematian Abimanyu membuat rasa benci penonton terhadap Duryudana memuncak. Adegan pembunuhan Abimanyu, permainan judi, penghinaan Drupadi, serta kemarahanny kepada Bisma begitu menonjolkan kejahatan tak berperi dari anak sulung Destarata ini.

Sebenarny Mahabharata versi Star TV tidak jauh beda menggambarkan perwatakan Duryudana, namun entah kenapa menurutku sang aktor agak nggak cocok, mulai dari suarany yang terlalu lambat dan nge-bas, dan ekspresi wajahny yang tidak menunjukkan watak jahat sebelum ia mulai berbicara (fisikny lebih mengingatkanku ama Arnold Schwazneger) Satu adegan, saat pembunuhan Abimanyu kekejamannya terlihat, tapi sayang itu nggak banyak terlihat di adegan2 Duryudana yang lain termasuk saat berdebat dengan Sengkuni atau Bhisma. Coba tonton kilasan adegan2 Duryodhana di Mahabharata lama versi BR Chopra, kalian pasti ngerti yang kumaksud.

I like : Duryudana versi BR Chopra

8. Dhursasan (Dursasana)
dursasana
Memang Dursanana versi Star TV lebih banyak mendapatkan dialog dalam versi Star TV (wajar dengan durasi episode yg lebih panjang), tapi yg bikin saya suka adalah sisi kekejaman dan kelicikanny sangat terlihat. Ia dapat mengimbangi eksistensi Duryodana dalam adegan2 mulai dari awal saat kecil, saat di istana terutama di permainan dadu, dan saat perang. Peranny sangat menonjol sebagai ksatria Kurawa.

Berbeda dengan di versi BR Chopra dimana Duryodana terlihat sebagai one man show di pihak Kurawa dengan akting impresif, dan Dursasana hanya terlihat sebagai seorang adik dan tidak begitu ditonjolkan sebagai salah satu petempur utama dari pihak Kurawa, padahal perannya dalam cerita Mahabharata tidaklah kecil. Adegan paling menonjol paling hanya saat adegan permainan dadu serta pembunuhan Abimanyu. Sayang sih, padahal dari segi kostumny yang perak (sangat kontras dengan Duryodana) peran Dursanana bisa ditonjolkan dengan dialog2 yang lebih banyak.

I like : Dursasana versi Star TV

9. Karn (Karna)
karna
Aq nggak suka dengan penokohan Karna di serial versi Star TV (meski dari segi wajah dan fisik dia pilihan tepat). Hampir selalu terlihat lemah dan galau terutama dalam perang Bharatayudha. Bahkan pertarungan final denganr Arjuna bagiku terlihat antiklimaks karena sisi kemarahanny tidak terlalu terlihat, lebih bnyk galauny (which I really don’t like karena Karna itu digambarkan seorang petempur, warrior sejati – dan telah lama ia mengimpikan akan mengalahkan Arjuna rival abadinya). Adegan kematianny pun aneh dan fully dramatized, karena terceritakan di setiap script2 yg kubaca, Karna langsung tewas begitu panah Arjuna mengenai lehernya.

Sementara di Mahabharata versi BR Chopra, Karna dikabarkan sebagai seorang fighter, tough guy, meski tetap terlihat melankolis saat bertemu dengan ibuny bbrpa kali. Ia digambarkan sangat setia dengan Duryodhana, sama sekali tidak ada ekspresi kebingungan saat harus menempur saudara2 kandungnya selama pertempuran.
Dan kemarahanny sangat menggelegar terutama saat bertempur dengan Arjuna yang sangat ingin ia kalahkan. Namun kepatuhanny terhadap aturan pertempuran serta adegan pertemuan pertamany dengan Kunti dimana awalny ia terlihat marah tapi akhirny menangis di pelukan ibunya begitu menyentuh. Bagiku di Mahabharata oldies ini, Karna benar2 on the spot, watak sejatinya terlihat.

I like : Karna versi BR Chopra

10. Drupadi (Drupadi)
drupadi
Drupadi versi BR Chopra digambarkan sangat keras watakny dan terlihat lebih kuat sebagai wanita yang punya harga diri tinggi, ย sementara di Star TV Drupadi digambarkan ย lebih feminin, lembut dan agak galau.

Namun gak bisa dipungkiri, presence Drupadi versi Star TV sangat dominan di sepanjang cerita dan cukup memukau. Ia menjadi bagian tak terpisahkan dari kisah Pandawa mulai dari awal pertemuan, permainan dadu, pengasingan, hingga di pertempuran. Dan di serial Star TV ini, Drupadi digambarkan sangat dekat dengan Khrisna dan jadi tempat dia mengadukan semua kegalauan dan persoalan hidup termasuk ramalan Khrisna akan kematian anak-anak Drupadi kelak (di BR Chopra tidak begitu banyak adegan2 kedekatan Khrisna dan Drupadi, kecuali saat Drupadi dipermalukan di Hastinapura oleh Kurawa co)

I like : Drupadi versi Star TV

11. Bheesm (Bisma)
bhisma
Dilihat dari alur dialog, Bisma versi BR Chopra lebih terlihat sisi melankolisny, terutama saat ia sudah tua. Terlihat ia sebagai seorang kakek yang welas asih, sayang melindungi cucu-cucunya terutama Pandawa, lebih retrospektif terhadap kehidupan, suka kebingungan layaknya orang yang sudah tua, meski sisi semangat tempurny tetap terlihat.

Sementara Bisma versi Star TV, baik saat tua maupun muda sangat terlihat sebagai seorang ksatria perang Hastinapura, jiwa petarung yang sama sekali tak terpengaruh usia. Dia tetap menyayangi cucu-cucunya tapi tak diperlihatkan sedominan di Mahabharata BR Chopra. So it’s look 50:50, namun saya lebih suka Bisma versi BR Chopra, mungkin karena saya mengenal Bhisma saat masih kecil menonton Mahabharata di TPI, sehingga lebih dekat di hati, terutama ikatan emosionalny dengan Arjuna yang sangat terlihat jelas dan mendalam, Ketika Arjuna dalam sejumlah adegan menangis di depan Bhisma termasuk saat harus menghujani kakenya dengan puluhan panah, rasanya sangat touching dan air mata.

However, saya ga tahan untuk mengkritik Mahabharata versi Star TV. Adegan yang melibatkan Bhisma sangat minim sekali setelah ia dipanah sehingga terbaring di ranjang panah oleh Arjuna sangat minim sekali. Adegan Bhisma baru ada setelah perang berakhir saat ia memberi petuah pada Yudhistira. Padahal di versi oldie/BR Chopra, Bhisma berulang kali terlihat di adegan2 seperti saat Arjuna mengadu kematian Abimanyu, Guru Drona pamit terakhir kali, rombongan Gandari dan Kunti yang menjenguk, Duryudana yg memerintahkan membuat lubang di sekeliling tempat kakekny, dan banyak lagi. Bahkan adegan terakhir serial Mahabharata BR Chopra adalah kematian Bhisma, sehingga terlihat betapa sentral peran Bhisma di Mahabharata ini (di versi Star TV, adegan penutupny adalah pemahkotaan Yudhistira)

I like : Bhisma versi oldie/BR Chopra

12. Shakuni (Sengkuni)
shakuni
Aq nggak begitu suka dengan perwatakan “badut” dan “konyol” yg ditonjolkan dari Sengkuni versi Star TV. Sifat2 itu meng-overshadow watak kelicikan yang adalah senjata utama Sengkuni, meski sifat penjilatny tetap terlihat menonjol juga. Di versi oldiesny BR Chopra, Sengkuni digambarkan sangat licik, jahat, penjilat, dan sangat mampu mempengaruhi orang lain. Sound effect serial TV itu setiap kali Sengkuni mulai berbicara juga sangat memikat. Makanya terasa sangat puas saat melihat Sadewa menikam perut Sengkuni dengan pedang, berbeda dengan adegan kematian Sengkuni di versi Star TV yang terlihat seperti adegan olok-olok dan sangat konyol (bagaimana mungkin Arjuna dan Khrisna terlihat ketawa-ketiwi dengan Sengkuni pada adegan itu, pdhl sebenarny kelima Pandawa amat sangat membenci Sengkuni).

Satu keunggulan versi Star TV, ada adegan kesedihan mendalam Duryudana atas kematian pamanny (yang selama ini jadi anchor-ny, pendukung utamanya dan penasehatnya) sementara di Mahabharata lama BR Chopra, adegan itu tidak ada sama sekali.
I like : Sengkuni versi BR Chopra

13. Abimanyu (Abimanyu)

Abimanyu di versi BR Chopra terlihat anggun dan bijak, sementara Abimanyu di versi Star TV terlihat jauh lebih muda, bersemangat, dan emang mencuri perhatian. Sayang di versi Star TV, adegan keperkasaanny saat menembus formasi Cakravahyu dan mengalahkan ksatria2 Kurawa tidak ditonjolkan secara maksimal, padahal terceritakan dalam pertarungan 1 lawan 1 saat itu, ia mengalahkan SEMUA Kurawa termasuk Karna dan Guru Drona. Hingga akhirnya Duryudana yang kesal memerintahkan semua ksatria Kurawa untuk turun langsung mengeroyok Abimanyu hingga akhirny gugur.

Di versi BR Chopra adegan2 keperkasaan Abimanyu di pertempuran terakhir itu sangat menonjol, termasuk bagaimana akhirny Kurawa berlaku curang karena tidak ada yang bisa mengalahkannya 1 lawan 1. Adegan kematian Abimanyu di versi BR Chopra terlihat sadis dan sangat menyedihkan, sementara di versi Star TV juga sangat menyedihkan tapi terlalu bertele2, terlalu panjang. Adegan Karna yg memelukny di saat kematianny itu terasa sangat dramatized karena tidak ada terceritakan seperti itu di script2 Mahabharata. Tapi secara keseluruhan Abimanyu versi Mahabharata yang baru ini terlihat sangat mengesankan.

I like : Abimanyu versi Star TV

14. Drona (Guru Drona)
drona
Agak jomplang sy melihat presence Drona di Mahabharata dulu dengan yang baru di Star TV. Guru Drona versi BR Chopra oldie digambarkan seseorang yang tinggi, perkasa dalam perang dan duel satu lawan satu, ekspresi wajah yang cenderung dingin (emosiny paling hny terlihat saat ia ikut mengeroyok Abimanyu dan saat mendengar kabar kematian anaknya).

Sementara rasanya Guru Drona versi Star TV koq rasanya kurang cocok sebagai ksatria perang gagah perkasa, terlihat weak dan confused a lot, lebih cocok sebagai penasehat atau seorang pendeta atau kakek daripada guru hebat pendidik seni tempur bagi Kurawa dan Pandawa. Paling terasa di Bharatayudha, koq rasany ga terlihat sebagai seorang ksatria hebat, lebih bnyk sisi lemah yang saya sebut di atas, contoh saat kematian Abimanyu. Dan tinggi badan aktornya juga kayak kurang pas.

ย I like : Drona versi BR Chopra

15. Ashwatama (Aswatama)
ashwatama
Ashwatama di versi BR Chopra tidak begitu banyak dapat airtime hingga perang Bharatayudha. Di Mahabharata lama, ia terlihat agak lemah dan pemalu (entah karena wajah si aktor emang begitu atau staged). Namun kesedihan saat ayahny terbunuh juga sangat alami dan balas dendamny di saat menempur kemah Pandawa dan membunuh anak2 Pandawa terlihat natural sebagai reaksi kesedihan dan pembalasan dendamny, namun lagi2 sisi kekejaman tidak terlihat.

Nah di versi Star TV, ia terlihat licik dan jahat. ย Sangat terlihat terutama di adegan pembunuhan anak2 Pandawa serta pengeroyokan Abimanyu. Kesetianny terhadap Duryodana juga sangat terlihat termasuk saat menangisi kematian sahabatny itu. Dan sisi powerfulny termasuk senjata sakti yang ia dapat, diperlihatkan dengan baik olehny saat Pandawa mendatanginy menuntut balas kematian anakny. Ada yg kurang dr adegan akhir itu, Khrisna harusny sempat memberitahu Ashwatama bahwa ia sanggup menghidupkan lagi anak Abimanyu yg telah ia bunuh dengan senjata sakti itu. Di versi BR Chopra, Khrisna mengucapkanny, tapi di versi Star TV tidak (di kisah Mahabharata yang kubaca sedikit di literatur, Ashwatama tahu kalo anak Abimanyu bisa hidup lagi).

I like : Ashwatama versi Star TV

16. Balarama (Balaputradewa)
balaram
Balarama versi BR CHopra digambarkan memiliki watak keras (kadang jadi terasa aneh mengapa dengan watak seperti itu ia tidak terlibat perang, meski memang terceritakan Krisna lah yang mengatur situasi agar kakakny tidak akan ikut perang). Sayang nggak banyak adegan yg melibatkan Balarama di masa2 pengasingan Pandawa dan masa perang Bharatayudha.

Sementara Balarama versi Star TV digambarkan sebagai seorang berbadan besar yg memiliki kekuatan sakti, dan terlihat chemistry kekompakan dengan adikny Krisna baik saat berdiskusi maupun bertengkar beradu mulut. Lucu melihat adegan dimana Krisna meyakinkan Balarama bahwa Duryudana memang harus mati oleh karena kejahatanny dimana akhirny Balarama mengeles bahwa adikny emang jago melobby/bermain kata.

I like : Balarama versi Star TV

Advertisements

2 thoughts on “Perbandingan Casting Aktor/Aktris Mahabharata versi BR Chopra (1988) dgn versi Star TV (2011)

  1. Terima kasih artikel nya ,akhir nya ketemu jg๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„
    Suka dua2 nya baik yg versi lawas maupun yg sekarang lg tayang di MNC TV๐Ÿ˜๐Ÿ˜

    Yg versi lawas legenda banget sedang yg versi kekinian aktor dan aktris nya lebih mudaan ya๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„
    Tapi beneran mereka semua dapat memerankan karakter tokoh masing2 dengan sangat kereeenn..

  2. Terima kasih artikel nya ,akhir nya ketemu jg๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„
    Suka dua2 nya baik yg versi lawas maupun yg sekarang lg tayang di MNC TV๐Ÿ˜๐Ÿ˜

    Yg versi lawas legenda banget sedang yg versi kekinian aktor dan aktris nya lebih mudaan ya๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„
    Tapi beneran mereka semua dapat memerankan karakter tokoh masing2 dengan sangat kereeenn..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s