Goodbye 7-Eleven Indonesia

Banyak analisis…ikutan ah 🙂
Semua orang sepakat sepertinya, alasan utama “besar pasak daripada tiang”. But I try to elaborate some:
1. Lokasi premium : lokasi Sevel terutama di Jakarta yang kebanyakan di daerah rame/pusat kota/pinggir jalan besar/persimpangan, tentu biaya sewa dsb pasti sangat mahal, tentu harus diimbangi jualan yang laris. Belum lagi space yang terpakai karena harus ada tempat nongkrong, makin mahal lah biaya sewa. Tapi kekny penjualan produkny ga gila2an banget jadi ga imbang ama operational cost
2. Produk makanan fast food yang kebanyakan enggak laku, padahal biaya produksiny itu pasti gede kali. Berapa bnyk orang sanggup beli nasi goreng atau spaghetti sebungkus di atas Rp 22.000? Indomaret Point di atas jam 8 malam, fast food ny langsung diskon 50% biar tetep terjual. Sevel ga gitu, ya terbuang jadinya atau dikonsumsi sendiri..

Continue reading

Advertisements

Medan – Binjai Toll Road (Jalan Tol Medan – Binjai)

Medan – Binjai Toll Road is an ongoing toll project connecting Medan city and Binjai city with length app. 17 km. Binjai is a big satellite town of Medan on the Western side. Between Medan and Binjai, it is separated by Deli Serdang District area.
Jalan Tol Medan-Binjai merupakan proyek jalan tol yang menghubungkan Kota Medan dan Kota Binjai dengan panjang sekitar 17 km. Binjai adalah kota satelit Medan, kota besar yang terletak di sebelah Barat Medan. Antara Medan dan Binjai dipisahkan oleh area Kabupaten Deli Serdang.

The Toll at a Glance a
http://www.bumn.go.id/hutamakarya/berita/1-Perkembangan-Jalan-Tol-Medan–Binjai-28-April-2017

The toll road is to the Western side of Medan and part of Trans Sumatra National Toll Road.
It covers distance of 17 km which mostly crossing the plantation (tea, palm) except in Medan area which the toll mostly pass through residences . The toll road is projected to start operating fully by next year 2018, however from Helvetia to Binjai it can be used during Lebaran / Eid-Al Fitr 2017 holidays.
Jalan tol ini mengarah ke sisi Barat keluar dari Medan, dan merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatra.
Mencakup jarak sepanjang 17 km yang mayoritas melewati area perkebunan kelapa sawit dan teh, kecuali di area Medan dimana kebanyakan melewati area permukiman penduduk. Jalan tol ini diproyeksikan dapat dioperasikan penuh tahun 2018, namun sebagian ruas dari GT Helvetia menuju Binjai sudah dapat digunakan saat Libur Lebaran 2017.

INTERCHANGES AND TOLL GATES
1. Tanjung Mulia Entry Toll Gate
This is the beginning point of the toll road, where the toll is going to be connected with existing Belawan-Medan-Tanjung Morawa Toll Road
As per last week of April, a few parts of the land is being cleared, however the rest are still on negotiation with the locals.
Titik ini merupakan titik awal jalan tol, dimana jalan tol akan terkoneksi dengan Jalan Tol Belawan – Medan – Tanjung Morawa (Belmera) yang telah ada.
Minggu terakhir April, sedikit area telah dibebaskan dan dalam proses clearance, namun sisanya masih banyak masih dalam proses negosiasi dengan pemilik lahan.


This photo is owned and taken by Rico Hutahean @www.skyscrapercity.co.id

2. Helvetia Interchange & Toll Gate
It is located in the northern side of Helvetia Residence, just around 3 km from the North-West border of Medan – Deli Serdang District.
Gate
http://bumn.go.id/data/uploads/filemanager/source/117/Slide16_7.jpg?1493725427615
Continue reading

Medan – Tebing Tinggi (Tanjung Morawa – Kuala Namu Int. Airport – Tebing Tinggi) Toll Road Project

Tanjung Morawa – Kuala Namu Int. Airport – Tebing Tinggi Toll Road is an ongoing Toll Project in North Sumatra, connecting Medan to Tebing Tinggi (hence it is common to mention it as Medan – Tebing Tinggi Toll Road). A tentative date hasn’t yet to be revealed but the target for the operation of this toll road for public is by the beginning of 2018.

Jalan Tol Tanjung Morawa – Kuala Namu Int. Airport – Tebing Tinggi adalah proyek jalan tol yang saat ini sedang dikerjakan di Propinsi Sumatra Utara, menghubungkan Medan dan Kota Tebing Tinggi (umumny orang lebih suka menyebut Jalan Tol Medan – Tebing Tinggi). Belum ada waktu tentatif/prediksi yang diumumkan namun target operasional jalan tol ke publik adalah pada awal tahun 2018.

The toll runs across Deli Serdang and Serdang Bedagai District, starts from the Belmera Toll Road (Belawan – Medan – Tanjung Morawa) 2 km before Tanjung Morawa Toll Gate, and ends just before the border of Tebing Tinggi City. There is a 5 km junction begins from the middle (Parbarakan) connects the main toll road with Kuala Namu International Airport. Look at map below
Map of Medan - Tebing Tinggi Toll Road

INTERCHANGE

(To see pictures of current construction of interchanges, click here Progress Interchange of Medan – Tebing Tinggi Toll Road (March 2017)

1. Tanjung Morawa Interchange

The 0 km point of Medan – Tebing Tinggi, where this toll road starts from existing Belawan – Medan – Tanjung Morawa (Belmera) toll road, just 1 km before the last exit Tanjung Morawa Toll Gate. As it stands, the interchange construction isn’t started yet, still on land clearance phase.

2. Parbarakan Interchange

This interchange serves as the intersection with Kuala Namu International Airport Junction, located in Parbarakan, app. 10 km from Tanjung Morawa Interchange.

3. Paluh Kemiri Interchange & Toll Gate
This is the Interchange which is very close to RS Grand Medistra Overpass. In original map, it wasn’t clear where the end of this interchange and the Toll Gate will be. Later as the project progresses, it is now firm that the Toll Gate access is to the National Highway, just close to RS. Grand Medistra.
The interchange isn’t on the main Toll Road, instead it is on Kuala Namu International Airport Junction.
https://ridethewind.wordpress.com/2017/03/25/gerbang-tol-paluh-kemiri-maret-2017-progress-jalan-tol-medan-tebing-tinggi/

4. Lubuk Pakam Interchange & Toll Gate
This is the 1st Interchange from the Medan/Tanjung Morawa side, and as the name says, connects to Lubuk Pakam city. On the map it is clear that two Toll Gates connects to Lubuk Pakam city, the 1st Paluh Kemiri Gate is to the Western side / Government Area of Lubuk Pakam while the 2nd Lubuk Pakam is to the Eastern Side of Lubuk Pakam City.
Cars from Perbaungan City want to go to Medan are recommended to use this Toll Gate instead of Perbaungan, because it’s closer.
https://ridethewind.wordpress.com/2017/04/04/gerbang-tol-lubuk-pakam-progress-jalan-tol-medan-tebing-tinggi/

5. Perbaungan Interchange & Toll Gate

As I indicated above, Perbaungan Toll Gate is relatively far from the main city of Perbaungan. So for cars want to go to Tebing Tinggi or beyond (Pem. Siantar, Parapat, Kisaran) may use this toll gate (app. 10 to 15 minutes from Perbaungan city to the East, just follow the National Highway), but for those who want to go to Medan use Lubuk Pakam Toll Gate instead.
It is exactly located in Sei Sijenggi village, just 1-2 km after Bengkel village (a center of local traditional food and handcrafts courtesy of local people here). As of March 2017, the interchange is still on construction but the Toll Gate is on finishing stage.
https://ridethewind.wordpress.com/2017/03/21/progress-tol-medan-tebing-tinggi-tanjung-morawa-kuala-namu-tebing-tinggi-gerbang-tol-perbaungan/

6. Teluk Mengkudu Interchange & Toll Gate
This interchange distances around 45 km from Medan, serves as the exit to Teluk Mengkudu, Sialang Buah Beach, Firdaus Plantation and other plantations which are scattered around this point.

7. Rampah Interchange & Toll Gate
Rampah Interchange is the last interchange before the exit toll in Tebing Tinggi. It is located in Rampah, the capital city of Serdang Bedagai District, around 54 km from Medan. Around 1 km before Rampah city from Tebing Tinggi.

8. Tebing Tinggi Interchange & Toll Gate
Actually this interchange will serve as the beginning point of planned Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Pematang Siantar – Parapat Toll Road which is targeted to start construction by 2018. Vehicles will exit in Tebing Tinggi to the city, it is located around 1-2 km before the city border.


OVERPASS

Overall, there are many overpasses along the toll road, but I just mention the ‘big’ ones here

1. Tanjung Morawa – Batang Kuis Artery Road Overpass
The first overpass, crossing Kuala Namu International Airport Access Road (Tanjung Morawa – Batang Kuis road). Construction is yet to begin, still on land clearance phase.

2. Tanjung Morawa Jalinsum – Suzuya Overpass
This is the second overpass of the Toll Road from Tanjung Morawa / Belmera side, crossing Eastern Sumatra National Highway.
https://ridethewind.wordpress.com/2017/02/20/tol-tanjung-morawa-kuala-namu-tebing-tinggi-medan-tebing-tinggi-fly-over-jalinsum-1-tanjung-morawa-suzuya-plaza/

3. Lubuk Pakam Jalinsum – RS. Grand Medistra Overpass
The third overpass which also crossing Eastern Sumatra National Highway, located exactly beside Grand Medistra Hospital. However it is not the main toll road, but the junction toll road to Kuala Namu International Airport, close to Parbarakan Interchange and Paluh Kemiri Exit Toll.
https://ridethewind.wordpress.com/2017/03/23/overpass-jalinsum-rs-grand-medistra-lubuk-pakam-maret-2017-progress-tol-tanjung-morawa-kuala-namu-tebing-tinggi-medan-tebing-tinggi/

Apakah perilaku pengguna KRL sehari-hari mencerminkan Sosiologi Masyarakat?

dari dulu aq emg mikirin gitu, karakter penumpang2 di stasiun itu bisa terlihat dari tool2 seperti gate, eskalator, loket, penggunaan kartu multitrip/e-moaney/flazz vs kartu single trip

But don’t get me wrong, I’m not speaking in negative way. ..dengan penduduk Indonesia (in this case Jabodetabek) yg berlatar belakang berbeda2 baik profesi, tempat tinggal, pendidikan, dsb, maka stasiun2 KRL jadi tempat yang very practical untuk melihat cakrawala kehidupan berbagai lapis masyarakat.

1. St Bogor itu ms bnyk banget yg beli tiket di loket terutama yang berusia paruh baya ke atas dan lansia, karena emg itulah kultur orang tua kita “Antrilah di loket, untuk beli tiket” dan akan sulit untuk ‘dipaksa’ menggunakan model transaksi kartu isi ulang (mana bisa kartu itu dipake beli sayur di pasar atau ongkos angkot ). Setidakny itu yg aq tangkap dari cerita2 bersama orang2 tua pengguna KRL mengapa mereka mau capek2 ngantri panjang di loket pdhl bisa beli e-money / INdomaret Card / dsb…yaa memang secara alamiah pikiranny belum seperti generasi melek teknologi, butuh waktu berminggu bahkan mungkin berbulan menyesuaikan dengan perkembangan iptek
Pdhl kalo misalpun jarang naik KRL, cuma rugi sekitar 20 rb aja beli kartu, pulsa di dalamnya sampek taun depan pun bakal tetap ada.
Continue reading

Traffic Kendaraan di Jalan Tol Jasa Marga Indonesia (Semester 1 Jan-Jun 2016)

Statistik Traffic Jalan Tol Jasa Marga Semester 1

Tol Belmera (Belawan-Medan-Tanjung Morawa) mengalami kenaikan signifikan 5 tahun terakhir. Dari 2009 rata2 46.438 kendaraan/hari, kini semester 1 2016 sudah mencatat rata2 68.000 – 70.000 kendaraan/hari, linear dengan perkembangan ekonomi terutama industri di kawasan Medan – Deli Serdang.

Expected akan naik lagi begitu Tol Medan – Binjai dan Tol Medan – Tebing Tinggi selesai akhir tahun depan dan tersambung ke Belmera 🙂

Tol Jagorawi rata2 sekitar 550.000 kendaraan/hari :nuts:

Tol Jakarta – Cikampek rata2 sekitar 570.000 – 580.000 kendaraan/hari :nuts: :bash:

Statistik lainny silakan liat di tabel di bawah. Rata2 kendaraan per hari adalah value di tiap bulan dibagi jumlah hari dalam bulan tersebut :cheers:

http://www.jasamarga.com/en_/company-performance/volume-lalu-lintas.html

Jalan Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Pematang Siantar – Parapat (Berita Sumut 23 Februari 2017, direncanakan konstruksi sekitar April 2017)

Hari ini, 23 Februari 2017, headline koran Medan Bisnis menuliskan Jalan Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat akan segera tender dengan target konstruksi April-Mei 2017.

Ini tentu sebuah kejutan yang manis di awal 2017 bagi warga Sumatra Utara, mengingat selama ini fokus masih lebih ke finishing 2 jalan tol, yakni Medan – Binjai dan Medan – Kuala Namu – Tebing Tinggi.
Untuk jalan tol selanjutny malah belum banyak berita, alias jauh dari hingar bingar atau diskusi di warga Sumut. Dan tiba-tiba saja ngga banyak cerita, langsung muncul berita bagus ini! 😀
(coba bandingkan dari awal 2000-an, berita-berita mengenai tol ke Binjai dan tol ke Tebing Tinggi selalu menghias koran2 Medan, baik wacana, diskusi, studi sampe belasan tahun…sampe orang pun ud malas ngomongin karena janji-janji ama wacana melulu 🙂 )

Kalo melihat rutenya sih, sepertinya tol ini memang konsepnya “sekali dayuh dua tiga pulau terlampaui“. Yakni
1. Mendukung kemajuan industri di KEK Sei Mangkei dan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai hub internasional
2. Mendukung pariwisata Danau Toba (Parapat, Simarjarunjung, Saribudolok dengan Air Terjun Sipiso-piso dan Tonggingny, dan juga dekat ke Taman Simalem Resort dan Brastagi/Kabanjahe di Kabupaten Karo)

Kalo melihat pembagiannya, sepertinya ini dua jalan tol yang digabungkan jadi satu (Tebing Tinggi – Kuala Tanjung + Tebing Tinggi – Pematang Siantar – Parapat)

Ini denah jalan tolnya kira-kira sesuai isi berita..


Continue reading

Macet Bertahun-tahun di Kampung Lalang Medan (Jl Raya Medan – Binjai)

Ini Penyebab Macetnya Simpang Kampung Lalang Hingga Menahun
ByAuliaPosted on November 1, 2016

baguskali- Jalan Gatot Subroto, Simpang Kampung Lalang, memang terkenal macetnya. Bukan hanya disaat warga pergi dan pulang bekerja saja yang macet, saat siang dan malam hari juga tetap saja macet. Persoalan ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun, dan sampai sekarang belum ditemukan solusi yang tepat.

Tim Baguskali mencoba merangkum penyebab terjadinya kemacetan di Simpang Kampung Lalang, yang sampai sekarang belum ditemukan obatnya. berikut ulasannya.

1. Pedagang kaki lima hingga ke badan jalan
Macet Simpang Kampung Lalang memang tak bisa dipisahkan dari keberadaan pedagang kaki lima yang berjualan hingga ke badan jalan. Hal ini membuat badan jalan mengalami penyempitan, sehingga kendaraan harus berjalan pelan.
Continue reading