Mega Kuningan – South Jakarta

Mega Kuningan is one of prominent Central Business District in Jakarta. Located in the heart of the city, one can see mix of high-storeys building, national and international bank, international embassies, office buildings. restaurants, and luxury residences.

The main entrance to Mega Kuningan CBD -

The main entrance to Mega Kuningan CBD –

Continue reading

Advertisements

Stasiun Tenjo – November 2016

Dalam beberapa tahun terakhir seluruh stasiun yang dilalui oleh KRL Jabodetabek mengalami revitalisasi besar2an. Sebagian besar berubah wajah (Sudirman, Juanda, Palmerah, Maja, dsb), sebagian lagi direnovasi dan ditata ulang.

Jalur KRL Jakarta – Serpong – Parung Panjang – Maja juga turut mendapat berkah. Coba lihat stasiun2 di sana sekarang semua nyaris dapet gedung baru dan peron baru 😀 Tapi, dari semua revitalisasi stasiun di jalur Jakarta – Serpong – Maja, mungkin Tenjo inilah stasiun yg proses upgradeny boleh dibilang terhambat dibanding yang lain. Yang berhasil direvitalisasi hanyalah gedung stasiun, tapi peron dan penataan lintasan dan sekitarnya sama sekali jalan di tempat. Ini karena lokasiny yg emang dekat sekali dengan jalan raya dan pasar, tapi alasan lainny belum tahu…

Padahal stasiun ini sangat strategis, dilintasi jalan raya Tiga Raksa – Tenjo, dekat persimpangan ke Daru, serta titik terbaik untuk menuju Tiga Raksa bagi yg mau naik KRL. Ada sejumlah ‘trayek2’ omprengan di dekat sini, pasar Tenjo sangatlah ramai. Jumlah penumpang di stasiun ini setiap saya lewat juga sangat ramai, karena strategisny lokasi stasiun.[/FONT]

Continue reading

“Om Telolet Om” Phenomenon – (Indonesia origin)

It starts with many Disk Jockeys (DJs) re-tweeting “Om Telolet Om” phrase, and suddenly by Tuesday evening to Wednesday (20th Dec 2016-21 Dec), the Indonesian funny, catchy, silly, meaningless term has gone viral, it is easily found on social media trends either Facebook, Twitter, or Instagram.

Problem was, there are vast number of people who are not Indonesian getting curious about the strange term (not sure to use term annoyed as so many people mostly ask what it is rather than stop it)

As my fellow Indonesian had explained, let me explain it again:
It is term which are used by children (and later adults are also following) in Java island, Indonesia by the street to call the bus drivers to press their horns when the buses go pass through them..
Actually most of public buses had their horns sound modified, thus it barkings like ‘telolet’ (3 notes melody) instead of normal horn sound which usually only one note. And children are very appealed of it so they wait by the street, and when the bus come they shout “Om Telolet Om!” to the drivers to press their horn (some are even put the term on a paper so driver could see it) –> see the video below
Continue reading

Timnas Indo ke Final AFF 2016 Spesial Banget :)

Rabu malam ini, 14 Desember 2016, Timnas sepakbola Indonesia akan menantang macan Asia Tenggara, Thailand di Final Piala AFF 2016. Yaa, FINAL!!

Siapa sangka Timnas Indonesia bisa masuk Final AFF 2016? Aq coba telisik sedikit2, ada banyak hal spesial yg bisa terlihat:
1. Timnas Indonesia kali ini boleh dibilang lumayan independen, tidak bnyk dikejar2 media atau politik, bhkn tdk terdengar banyak campur tangan baik PSSI maupun KEmenpora sepanjang persiapan, pelatihan, maupun selama kompetisi (kecuali urusan pendanaan dan jualan tiket pertandingan yang lagi2 ga pernah smooth grr..)

2. Sepakbola Indonesia sebenarny baru melalui masa kelam di-sanksi FIFA hampir 2 tahun ga boleh ikut sepakbola internasional gara2 kisruh PSSI dan campur tangan Pemerintah. Apa dan kenapa, saya rasa agan2 udah tahu so ga perlu dibahas di sini. Tp yang pasti, kondisi timnas jauh dari ideal karena PSSI baru saja lepas dari sanksi. Bayangkan ga ada kompetisi Liga yang kompetitif seperti di negara2 lain, tapi kita tetap nekat kirim Timnas ke Piala ==> dan berhasil masuk FINAL loh!! Continue reading

Aksi Damai 212 (2 Desember 2016, Monas Jakarta)

Kita bersyukur aksi ibadah 2-12 (2 Desember 2016) yang dilakukan umat Islam dengan jumlah massa jutaan orang berjalan dengan baik dan damai meski sempat diguyur hujan.

Jutaan umat dari berbagai pelosok daerah berkumpul di daerah Monas dan sekitarnya untuk berkumpul, duduk, dan melaksanakan Sholat Jumat sebelum akhirnya membubarkan diri selepas Sholat. Bahkan Presiden dan Wapres RI turut bergabung dari istana untuk melaksanakn sholat Jumat bersama.

Tuntutan dari acara itu sendiri adalah untuk menahan Ahok dalam statusnya sebagai tersangka kasus penistaan agama yang dilakukan saat berpidato di Kawasan Pulau Seribu Oktober lalu. Meski tujuan aksi tersebut sepertinya tidak akan dikabulkan, tapi yang lebih dilihat dari aksi tersebut adalah kesatuan umat yang bersama dengan damai melakukan ibadah bersama di tempat yang luas seperti Monas seperti terlihat di gambar di bawah ini:

Aksi 212 (2 Des 2016)
http://cdn-media.viva.id/thumbs2/2016/12/02/5840e8949ee7b-aksi-super-damai-212-di-monas-jakarta-pusat_663_382