Gerbang Tol Lubuk Pakam : Progress Jalan Tol Medan – Tebing Tinggi (Tanjung Morawa – Kuala Namu – Tebing Tinggi)

Gerbang tol Lubuk Pakam merupakan simpang tol ketiga dari arah Medan setelah interchange Perbarakan yang menuju Bandara Kuala Namu dan interchange Paluh Kemiri.

Dari arah Medan, lokasi gerbang tolny berada sekitar 2 km setelah lampu merah simpang empat Lubuk Pakam. Boleh dikatakan lebih ke arah Jalan Perbaungan / Jembatan Sungai Ular.

Gerbang tol ini nanti cocok dipakai oleh:

  1. Kendaraan dari Kota Perbaungan yang hendak menuju Medan (lebih dekat ke GT ini daripada ke GT Perbaungan yang masih harus ke arah Bengkel)
  2. Kendaraan dari sisi Timur Lubuk Pakam, Ramonia, Beringin, Pagar Merbau yang hendak menuju ke Medan
  3. Semua kendaraan dari arah Lubuk Pakam yang mau menuju ke Tebing Tinggi / Pematang Siantar.

Kalau kendaraan dari Kota Lubuk Pakam / Pemda / Stadion / Jalinsum Tj Morawa – Lubuk Pakam yang menuju Medan, lebih dekat menggunakan akses GT Paluh Kemiri ketimbang GT Lubuk Pakam, karena masih harus memutar jauh ke arah Timur, melewati macet di depan Terminal Bus dan Simpang Empat lampu merah.

Bagian Interchangenya sudah selesai dikerjakan sejak Tahun Baru. Berbeda dengan interchange di Paluh Kemiri, Perbaungan, dan Teluk Mengkudu yang sampai Maret 2017 masih dalam proses pengerjaan.

Kemudian dari atas jembatan interchange, terlihat bagian utama ruas jalan tol yang sudah selesai konstruksi, foto kiri ke arah Tebing / Pem. Siantar, foto kanan arah ke Medan

Akses tol ke GT Lubuk Pakam – Jalinsum juga sudah selesai, foto di kiri ke gerbang tol, foto di kanan arah ke interchange/bagian jalan tol utama

 

Di bawah ini foto2 lain area sekitar interchange, termasuk bagian bawah jalan dimana ada beberapa jalan kampung yang sudah bagus menghubungkan desa2 sekitar interchange Lubuk Pakam ini

Sore itu di Perlintasan Kereta Api Batang Kuis

Pada jam 6 lewat (jelang magrib – di Sumatra Utara azan magrib agak lebih lama dibanding di Jawa), 2 KA Putri Deli jurusan Medan – Tanjung Balai dan jurusan Tanjung Balai – Medanbertemu” di Stasiun Batang Kuis. KA dari Medan tiba lebih dahulu di Stasiun Batang Kuis, 5 menit kemudian KA dari Tj Balai menyusul.


Continue reading

Treasuring North Sumatra Railway (KA Sumatra Utara Aceh : Divre 1) – Belawan Railway Station

We now come to the most northern railway station of Indonesia (which is still active), Belawan Railway Station in Belawan, part of Medan city in North Sumatra. The address is in Jl. Kapten Raden Julian, Medan Belawan

Kali ini kita berkunjung ke stasiun kereta api paling Utara di Indonesia (stasiun yang sedang aktif), yakni Stasiun Belawan, yang terletak di Belawan, Medan, Sumatra Utara. Alamat stasiun ini adalah di Jl. Kapten Raden Julian, Medan Belawan.

(click on the image to see larger size..feel free to copy image but keep the watermarking copyright)

Continue reading

Macet Bertahun-tahun di Kampung Lalang Medan (Jl Raya Medan – Binjai)

Ini Penyebab Macetnya Simpang Kampung Lalang Hingga Menahun
ByAuliaPosted on November 1, 2016

baguskali- Jalan Gatot Subroto, Simpang Kampung Lalang, memang terkenal macetnya. Bukan hanya disaat warga pergi dan pulang bekerja saja yang macet, saat siang dan malam hari juga tetap saja macet. Persoalan ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun, dan sampai sekarang belum ditemukan solusi yang tepat.

Tim Baguskali mencoba merangkum penyebab terjadinya kemacetan di Simpang Kampung Lalang, yang sampai sekarang belum ditemukan obatnya. berikut ulasannya.

1. Pedagang kaki lima hingga ke badan jalan
Macet Simpang Kampung Lalang memang tak bisa dipisahkan dari keberadaan pedagang kaki lima yang berjualan hingga ke badan jalan. Hal ini membuat badan jalan mengalami penyempitan, sehingga kendaraan harus berjalan pelan.
Continue reading

Progress Jalan Tol Medan – Binjai (Toll Road)Februari 2017 : GT (Toll Gate) Sei Semayang

Jalan Arteri Akses Tol
Medan-Binjai — Gerban Tol Sei Semayang

Ada jarak sekitar 7 km dari simpang Jalan Raya (Jalinsum) Medan – Binjai ke arah Utara menuju Gerbang Tol Sei Semayang
Jalan yang ada sekarang (Jl. Orde Baru) akan di-upgrade menjadi jalan arteri.
SEbagian kecil di bagian ujung dekat Pabrik Gula Sei Semayang sudah dikerjakan, selebihny 5 km lagi saat ini dalam proses pendataan dan negosiasi.

Foto2 dimulai dari arah Jl Raya Medan Binjai

Ini lokasi persis dekat simpang Jalinsum Medan – Binjai

terus ke Utara..

Perlintasan sebidang KA..belum tahu apa di sini dibuat fly over atau tetap perlintasan sebidang

Continue reading

Overpass Jalinsum Suzuya Tanjung Morawa – Progress Tol Tanjung Morawa – Kuala Namu – Tebing Tinggi (Medan – Tebing Tinggi)

Fly over Jalinsum Jl Raya Medan – Lubuk Pakam (Tanjung Morawa-Suzuya)

Akhirny seksi 1 pertama tol dari Tol Belmera ke Parbarakan mulai progress setelah sempat terlalu lama tertinggal. Fly over ini cukup panjang krn melewati Jalinsum dan sekaligus Jl Dahlan Tanjung (akses Kota Tanjung Morawa dari Jalinsum). Lokasiny persis di samping Suzuya Plaza Tanjung Morawa..[/COLOR]

Dari tol Belmera, nanti sebelum GT Tanjung Morawa akan ada jalan tol ke kiri yg ke Tebing Tinggi. Kira2 dari titik itu 2 km lagi akan ketemu fly over ini

arah Medan..

Continue reading

Treasuring North Sumatra Railway (KA Sumatra Utara Aceh : Divre 1) – Bandar Khalifah Railway Station

Bandar Khalifah railway station is one of active station in Regional Division 1 (North Sumatra & Aceh) Indonesian Railways. It is the first railway station if we go from Medan city to the East, and serve the area of Percut Sei Tuan, especially Tembung city. Located around 9 km from Besar Medan City Railway Station. 

Kali ini kita menjelajah stasiun Bandar Khalifah, salah satu stasiun di Divre 1 PT. KAI yang merupakan stasiun pertama di luar Medan apabila kita bergerak keluar dari Kota Medan ke arah Timur. Stasiun ini melayani penumpang dari daerah sekitar Kecamatan Percut Sei Tuan, terutama wilayah sekitar kota kecil Tembung

 

The station building itself sort of heritage from colonial era (not sure if it is built during colonial era, or after the Indonesian independence), which had been revitalized several times to its stake today. A small station, but fair number of passengers are using it to travel around North Sumatra. Here are the pictures

Bangunan stasiun ini agak mirip sejumlah bangunan stasiun warisan kolonial (tapi kurang yakin apa dibangun zaman kolonial atau sesudah kemerdekaan RI) yang telah mengalami beberapa pemugaran. Stasiun ini berukuran kecil tapi cukup banyak penumpang yang menggunakannya. Sila lihat foto-foto di bawah 

Continue reading

Treasuring North Sumatra Railway (KA Sumatra Utara Aceh : Divre 1) – B Kedai Durian Railway Station

Kedai Durian Station is one of former stasiun in the now-in-existence Medan – Deli Tua Railway track. This is the last station before the train reach final destination, Deli Tua Railway Station (although I heard that the extent of the railway is also reaching Sibiru-biru, still passengers train is only reaching Deli Tua)

This station is stationed just by the borderline of Medan city and Deli Serdang District (Deli Tua). If the plan is realized to re-activate this station, it will be very helpful as commuter station given the huge number of residents near Kedai Durian and Marindal.

Stasiun Kedai Durian merupakan salah satu stasiun di ex Jalur KA Medan – Deli Tua. Stasiun terakhir sebelum Stasiun tujuan Deli Tua (tp aq ingat ada juga jalur KA sampe Sibiru-biru, meski saat operasional KA Penumpang hanya sampe Deli Tua).

Stasiun ini terletak persis di sekitar garis perbatasan Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Akan sangat membantu kalo bisa jadi stasiun commuter lagi, penduduk di sekitar sini amat sangat padat baik sekitar Kedai Durian dan Marindal

 

PHOTO GALLERY (GALERI FOTO):

This is the crossroad of Kedai Durian Railway Station, the former station premise is situated on the right side. The ascending mound is the point where railway cross section with the road. It is typical ‘physical appearances’ of all railway-streets crossing in Medan city with that ascending.

Inilah titik Stasiun Kedai Durian, stasiun posisi di sblh kanan..gundukan jalan itu adalah bekas rel KA (ciri khas rel Medan Deli Tua adalah semua rel perlintasan sebidang mulai dr Kota Medan sampe Deli Tua terletak sedikit di atas jalan raya sehingga seperti ‘polisi tidur’ (sehingga perpotonganny dengan jalan mudah sekali diidentifikasi)
Continue reading