Sore itu di Perlintasan Kereta Api Batang Kuis

Pada jam 6 lewat (jelang magrib – di Sumatra Utara azan magrib agak lebih lama dibanding di Jawa), 2 KA Putri Deli jurusan Medan – Tanjung Balai dan jurusan Tanjung Balai – Medanbertemu” di Stasiun Batang Kuis. KA dari Medan tiba lebih dahulu di Stasiun Batang Kuis, 5 menit kemudian KA dari Tj Balai menyusul.


Continue reading

Advertisements

Jalan Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Pematang Siantar – Parapat (Berita Sumut 23 Februari 2017, direncanakan konstruksi sekitar April 2017)

Hari ini, 23 Februari 2017, headline koran Medan Bisnis menuliskan Jalan Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat akan segera tender dengan target konstruksi April-Mei 2017.

Ini tentu sebuah kejutan yang manis di awal 2017 bagi warga Sumatra Utara, mengingat selama ini fokus masih lebih ke finishing 2 jalan tol, yakni Medan – Binjai dan Medan – Kuala Namu – Tebing Tinggi.
Untuk jalan tol selanjutny malah belum banyak berita, alias jauh dari hingar bingar atau diskusi di warga Sumut. Dan tiba-tiba saja ngga banyak cerita, langsung muncul berita bagus ini! 😀
(coba bandingkan dari awal 2000-an, berita-berita mengenai tol ke Binjai dan tol ke Tebing Tinggi selalu menghias koran2 Medan, baik wacana, diskusi, studi sampe belasan tahun…sampe orang pun ud malas ngomongin karena janji-janji ama wacana melulu 🙂 )

Kalo melihat rutenya sih, sepertinya tol ini memang konsepnya “sekali dayuh dua tiga pulau terlampaui“. Yakni
1. Mendukung kemajuan industri di KEK Sei Mangkei dan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai hub internasional
2. Mendukung pariwisata Danau Toba (Parapat, Simarjarunjung, Saribudolok dengan Air Terjun Sipiso-piso dan Tonggingny, dan juga dekat ke Taman Simalem Resort dan Brastagi/Kabanjahe di Kabupaten Karo)

Kalo melihat pembagiannya, sepertinya ini dua jalan tol yang digabungkan jadi satu (Tebing Tinggi – Kuala Tanjung + Tebing Tinggi – Pematang Siantar – Parapat)

Ini denah jalan tolnya kira-kira sesuai isi berita..


Continue reading

Medan – Binjai Travelling with Commuter Train

Spending a lot of time dwelling with Indian old and hectic trains and Jakarta frustrating trains, it’s time to get down a bit with a train in my city.

Medan is my home town, the capital city of North Sumatra Province, Indonesia. BInjai is the satellite city of Medan, located in the West of Medan about 10 km separating space between each border.

With the growing number of commuters from Binjai and around spending the daylight in Medan (working, studying, trading, shopping, etc) the Indonesian Railway Company (PT. KAI) finally decide to hit the market with the commuter train, using diesel fuel, by serving passengers between both city, that until that time, can only using land road to visit each city. I calculate about 17 km is the distance covered by Medan-Binjai train, connecting both cities downtown.

Named as Sri Lelawangsa, the train is comprised of 4 compartments with 1 locomotive. Short but it is make sense since the distance covered by the train will be less than 20 km. The advantage by using this train is that the train will carry the passengers into the heart of Medan City and Binjai too, so no need to take bus from the rural area to the downtown.

Medan - Binjai Commuter Train in Medan Railway Station (copyright Medan Magazine)

Continue reading