Seputar Nama “Bandara Kuala Namu”

di level public, sempat bnyk diskusi panjang dan perdebatan soal NAMA bandara “Kuala Namu International Airport” sebelum bandara tersebut diresmikan penggunaanny tahun 2013.

Orang Batak / Tapanuli beropini agar nama bandara jadi “Bandara Sisingamangaraja XII” atau “Mayjen D.I. Panjaitan”, kemudian orang Melayu Sumut beropini jadi “Bandara Tengku Amir Hamzah” atau “Bandara Sultan Serdang” sesuai lokasi kabupaten tempat bandara berada, orang Karo ada yang beropini agar nama Guru Patimpus atau Jamin Ginting dipakai, orang Mandailing beropini agar nama Jend. A.H. Nasution, Willem Iskandar, Marah Halim, bisa dipertimbangkan, sementara masyarakat Jawa, Minang, dll beropini pahlawan2 Sumut yg skala nasional seperti Adam Malik, K.H. Zainul Arifin, Jend. A.H. Nasution, Mayjend D.I. Panjaitan, Jend. Achmad Thahir..

Opini2 tsb banyak muncul di diskusi public, coffee morning dengan pejabat, kolum opini di koran2 Sumut bahkan nasional seperti Kompas selama bertahun-tahun.

Di sinilah uniknya Propinsi Sumatra Utara, dia bukan provinsi yang murni unik memiliki 1 etnik dominan (beda dengan contoh Jabar dengan Sunda, Kalsel dengan Banjar, Jateng dengan Jawa, Sumbar dengan Minang, Bali, dll). Pemilihan satu nama pahlawan dari satu etnik kemungkinan besar bisa mengundang pro-kontra atau kecemburuan dari pihak lain.

Keputusan yang tepat dari Pemerintahan SBY dan Pemda Sumut yang TIDAK membuat pembahasan resmi mengenai seleksi calon nama bandara baru Sumut, dan membiarkan namanya tetap sesuai dengan masterplan awal bandara yakni Bandara Kuala Namu. 🙂

Advertisements

Kuala Namu International Airport, North Sumatra : Satu-satunya bandara kualifikasi 4-Star SkyTrax International Airport di Indonesia

Kuala Namu International Airport is the only Indonesian’s 4-star SkyTrax qualified international airport (with other 35 international airports in the world)

Diresmikan oleh Pak SBY tahun 2013 lalu, dalam jangka waktu 2 tahun di tahun 2015 Bandara KNIA Sumatra Utara berhasil meraih prestasi membanggakan ini. Dengan fasilitas lengkap dan pengaturan alur lalu lintas kendaraan serta penumpang yang fix serta railway train satu2ny, plus kebersihan bandara yg emg lumayanlah. Awal tahun depan ke bandara KNIA juga sudah bisa lewat jalan tol baik dari Medan maupun Deli Serdang, serta jalur KA double track dan jalur layang KA yg juga akan selesai akhir tahun depan untuk mempercepat perjalanan KA ke bandara.

Diharapkan tetap konsisten service dan qualitiny, sehingga dalam 1 dekade ke depan bisa dapet peringkat 5-star (saat ini hanya ada 36 bandara internasional dunia yang 4-star termasuk KNIA, dan hanya ada 8 bandara yang 5-star)

Challenge antara lain pengaturan taxi 2, bagian kedatangan (Arrival) yang masih relatif kalah jauh dibanding keberangkatan (Departure) terutama tempat penjemput menunggu, suasana sesak di bagian keberangkatan kalo peak time – untung ud bnyk self-checkin, fasilitas air minum di jalur internasional, dan area parkir yg pohon2ny masih pada kecil sehingga panas, dsb.

http://jakartaglobe.id/news/kualanamu-international-airport-gets-four-star-rating-skytrax/

Medan and Around : Hamparan Perak

Hamparan Perak is an old little town in the North-West of Medan City, capital of North Sumatra Province. The history goes back to the old Melayu Deli Sultanese and Langkat Sultanese era
(this article will be updated according to these below sources)
1. http://auliaman.blogspot.co.id/2011/05/hamparan-perak-asal-kota-medan.html
2. https://pussisunimed.wordpress.com/2010/06/19/kota-yang-kehilangan-jejak/
3. http://tuanramli.blogspot.co.id/2011/03/merancang-masa-depan-melayu-dari-sei.html

To the East, it is side by side with Medan Marelan sub-district, Medan city.
To the South, it shares boundaries with Sunggal sub-district, Deli Serdang District, which road also leads to Medan in Kampung Lalang / Pinang Baris Bus Station.
To the West, there is a road connects to old plantation Tandem that leads to Sumatra National HIghway connecting Binjai/Medan to Stabat – Aceh.

These are the photos of Hamparan Perak, and the road that connects Hamparan Perak to Medan City in Marelan

Hamparan Perak old town 1

Hamparan Perak old town 2

The market

Continue reading

R.I.P. Cheick Tiote (1987 – 2017)

Always be remembered as the warrior on the defense area line, covering the defenders in the middle, Cheick Tiote has left this world due to a unexpected faint during a training session with his Chinese club. 30 years old, too young to die..

As Newcastle fan, we will always cherish the memory of him kicking the ball into the net to equalize during the entertaining and rushing 4-4 draw with Arsenal at St. James Park. The Ivory Coast midfielder just volleyed a crossing just outside the penalty box to leave Arsenal goalkeeper with no chance and send the entire sides of St. James Park into eruption. He soon run like hell into the side of the pitch to celebrate with all his Newcastle teammates came onto him.

Medan : Suzuya Marelan Plaza

Alamat di Jl. Raya Marelan, Kec Medan Marelan (cmiiw)

Pusat perbelanjaan Suzuya Marelan Plaza yang baru berdiri beberapa tahun ini lumayan ramai oleh masyarakat sekitar daerah Marelan – Veteran Helvetia – Titi Papan yang emg belum banyak supermarket modern. Fasilitas lumayan lengkap untuk ukuran plaza di pinggiran kota, di sebelah Barat Laut Kota Medan.

Parkirny juga luas banget, areany spacey. Ada wahana air / kolam renang di luar bangunan supermarket tapi ga ngecek apa aktif atau malah beluma ada? Mungkin ada yang bisa kasi informasi bagi yg ud pernah melihat? Sebab kalo emg ud beroperasi, makin lengkaplah kompleks SUzuya ini, yg IMO top 3 Suzuya terbesar lah di Sumut.

Lokasi supermarket cukup strategis di pinggir Jl Marelan yg ud diaspal cukup baik dan lebar, serta dilalui banyak angkutan umum juga. Ada gerai KFC besar di seberang serta pom bensin juga. Ada sejumlah ruko di dekat supermarket. Prediksi saya ke depan area ini bakal jadi magnet keramaian baru, seperti simpang Veteran Helvetia – Jl Pertempuran – Helvetia By Pass.


Continue reading

Goodbye Roger Moore (1938 – 2017)

#goodbye_myfavorite_JamesBond007
Although the best James Bond actor is always Sean Connery, but me and my late father were first got crushed and accustomed to Roger Moore’s 007 movies, started from Live and Let Die to A View to A Kill.

The humorous and relaxing agent, as 007 he looked like he won’t kill anyone despite having a license to kill (compared to Daniel Craig’s ruthless and cold-blooded actions 😀 ).

His James Bond movies always full of comedy and comical scenes, perfect British accent lines, simple storylines that is easy to follow, clever gadgets, and never take it seriously even when facing his death threats by enemies, which made most of them timeless and entertaining. Despite many critiques and 007 fans blasted his Bond movies as clowns in circus. RIP Roger Moore 😥

My favorite 007 movie is with Roger Moore, “The Spy Who Loved Me” ❤

Memilih Sudut Pandang (PoV) dalam Novel

Sekilas info mengenai point of view dalam menulis karya sastra..

Jia Effendie

Ketika menulis fiksi, baik itu cerpen atau novel, kita harus pintar-pintar memilih PoV/Point of View/ Sudut Pandang. Dari sudut pandang siapa cerita itu dituturkan? Ketika kita memilih sudut pandang orang pertama misalnya, ada hal-hal yang tidak seharusnya dia ketahui.

Di tahun pertama saya menjadi editor, saya pernah melakukan hal yang fatal dengan meloloskan “bocor”-nya PoV. Naskah ini ditulis dengan sudut pandang orang pertama. Dan ini berarti, hal-hal lain yang tidak dia alami, tidak dia saksikan, tidak dia dengar, seharusnya tidak masuk ke dalam cerita. Fiksi, sefiktif apa pun, haruslah masuk akal. Bagaimana bisa seseorang yang tidak berada di lokasi kejadian, bisa menceritakan sesuatu yang tidak diketahuinya? Apakah dia cenayang?

Nah, saya belajar dari kesalahan dan semoga tidak akan pernah mengulangi kesalahan yang sama. Semoga teman-teman pun, membaca ini, tidak akan melakukan kesalahan serupa.

Paling tidak, ada tiga jenis PoV yang digunakan dalam menulis fiksi, yaitu PoV orang pertama (penutur: aku…

View original post 781 more words