Kendari, Kota yang memanfaatkan Sampah Untuk Energi Listrik

Salut kepada Pemkot Kendari, ibukota Propinsi Sulawesi Tenggara, yang memanfaatkan sampah untuk diubah menjadi gas metana yang bisa dipakai sebagai bahan bakar genset penghasil listrik

Hebat, Kota Ini Kelola Sampah Untuk Listrik dan Gas Memasak Warga
Feby Dwi Sutianto – detikfinance
Kamis, 02/10/2014 17:28 WIB

Jakarta -Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara memiliki cara khusus memanfaatkan lautan sampah yang kerap menjadi wajah buruk kota.

Kendari membangun Tempat Pengolahan Akhir (TPA) sampah modern, yang bisa menampung sampah dalam jumlah besar. Sampah itu kemudian diolah sehingga bisa menghasilkan gas metan.

Gas metan ini selanjutnya dipakai sebagai bahan bakar genset, dan sumber gas yang dialiri ke rumah-rumah di sekitar TPA untuk keperluan memasak warga.

“Gas metan kita tangkap, kita jadikan bahan bakar untuk genset. Listrik dari genset dialiri ke masyarakat. Ada yang kita aliri langsung. Kita langsung untuk jadi kompor gas. Itu sudah jalan di TPA selama 2 tahun lalu dan sudah lama berfungsi,” kata Wali Kota Kendari Asrun pada acara Hari Habitat Dunia 2014 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (2/10/2014).

Asrun menuturkan, gas metan untuk sumber listrik dan bahan baku gas untuk kompor tersebut telah mengaliri 200 rumah di dekat TPA. Rumah-rumah ini dibangun oleh Pemkot Kendari, untuk menampung para petugas kebersihan hingga pemulung, yang sebelumnya tinggal di hunian sangat tidak layak huni.

“Saya bangun kampung mandiri energi. Kita satukuan dengan rumah pemulung. Dulu mereka tinggal di kardus, maka saya bangunkan kampung mandiri energi sebanyak 200 rumah. Di sana ada pemukiman untuk pemulung dan petugas sampah harian,” ujarnya.

Pemkot memberi cuma-cuma rumah dan menggratiskan gas serta pasokan listrik. Sedangkan untuk perawatan genset dikelola oleh warga secara swadaya. Namun, Pemkot memberi batas waktu maksimal 15 tahun kepada penghuni. Dalam masa 15 tahun, penghuni yang mayoritas pemulung dan petugas kebersihan bisa menabung untuk membeli rumah

Selain memanfaatkan sampah dan mengelola pemukiman di dekat TPA, Pemkot Kendari juga telah membangun TPA mini atau communal di pusat Pedagang Kaki Lima (PKL) yang dibangun pemerintah.

Pusat PKL ini dibangun untuk menampung pedagang yang terkena relokasi. Sampah dari PKL ditampung di TPA komunal, selanjutnya gas metan yang dihasilkan dimanfaatkan sebagai sumber gas untuk memasak. Selain gratis menyewa lapak, PKL memperoleh pasokan gas secara gratis.

“Saya bikin semacam TPA komunal atau mini. Saya hitung supaya dia bisa bertahan sampai 15 tahun. Sekarang sudah bangun di pasar PKL,” jelasnya.

Pembangunan kawasan mandiri energi juga dilakukan di daerah pemukiman. Pemkot Kendari berencana membangun TPA communal atau mini di area-area pemukiman.

“Ini juga untuk mengurangi sampah ke TPA. Sampah di TPA juga nggak cepat penuh kemudian sudah habis gas metannya kita ambil sampah karena sudah jadi kompor,” paparnya.

Source : http://finance.detik.com/read/2014/10/02/172825/2708137/1034/2/hebat-kota-ini-kelola-sampah-untuk-listrik-dan-gas-memasak-warga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s