My Diary – Naik KRL Bogor – Depok – Jakarta Kota (Train Bogor – Jakarta)

(klik gambar untuk ukuran besar / click image for larger view)

by Andre Sihotang

Perjalanan KRL Commuter Jabodetabek kali ini dimulai siang hari dengan menaiki kereta sekitar pukul 12 dari Kota Bogor, kira-kira 45 km di sebelah Selatan Jakarta. Hari siang itu lumayan cerah, saat yang tepat untuk traveling dan mengambil foto.

bagi yang ingin mengetahui jadwal perjalanan KRL Commuter Line dari Stasiun Bogor (tujuan Kota ataupun Tanah abang / Jatinegara) silakan klilk di sini

Salah satu hal yang paling menyenangkan, kini stasiun2 di jalur Jakarta – Bogor ini sudah lumayan bersih dan rapi, dengan pintu masuk/keluar dan tempat parkir yang sangat memadai. Tidak ada lagi kios2 pedagang, pedagang asongan, gelandangan atau pengemis yang berkeliaran di dalam stasiun, serta kamar mandi / toilet yang juga bersih dan gratis pula 🙂

Please enjoy my diary

1. STASIUN BOGOR
Saya tiba di stasiun kira-kira 10 menit sebelum kereta yang akan naiki dijadwalkan berangkat. Jam 12 siang, suasana stasiun tidak terlalu ramai seperti di pagi atau sore hari.

Stasiun KA Bogor arah Utara, itulah KRL yang akan saya naiki

Stasiun KA Bogor arah Utara, itulah KRL yang akan saya naiki


Stasiun Bogor ke arah Selatan, terlihat Plaza Taman Topi yang 'dibelah' rel KA

Stasiun Bogor ke arah Selatan, terlihat Plaza Taman Topi yang ‘dibelah’ rel KA

Suasana dalam KRL yang relatif sepi

Suasana dalam KRL yang relatif sepi

Sekitar pukul 12 lewat tengah hari, KRL pun mulai bergerak meninggalkan Stasiun Bogor.

Kereta beranjak meninggalkan Stasiun Bogor

Kereta beranjak meninggalkan Stasiun Bogor

Terlihat beberapa view suasana Kota Bogor di pinggiran rel pada siang hari itu, meski sisi kiri kanan lebih banyak didominasi rumah-rumah penduduk dan jalan kecil.

suasana pinggiran rel KA Kota Bogor

suasana pinggiran rel KA Kota Bogor

terlihat perkampungan di sisi Timur rel KA, di situ ada mengalir sungai yang akan menuju ke arah sebelah kiri kanan  jalan raya kecil Cilebut/ Citayam / Bojong Gede. Kalau sore dan malam hari KRL suka berhenti di sekitar sini menunggu antrian masuk stasiun Bogor

terlihat perkampungan di sisi Timur rel KA, di situ ada mengalir sungai yang akan menuju ke arah sebelah kiri kanan jalan raya kecil Cilebut/ Citayam / Bojong Gede.
Kalau sore dan malam hari KRL suka berhenti di sekitar sini menunggu antrian masuk stasiun Bogor

Dari sisi Timur kereta, terlihat atap2 perumahan yang mana lokasinya terletak di sisi kanan bawah bantara n rel KA

Dari sisi Timur kereta, terlihat atap2 perumahan yang mana lokasinya terletak di sisi kanan bawah bantara n rel KA

Ada sekitar 3-5 perlintasan sebidang yang saya lihat sepanjang perjalanan menuju Cilebut, termasuk simpang Jalan Baru / Bogor Outer Ring Road yang jalan layangnya sudah hampir selesai

Perlintasan sebidang Pasar Anyar Bogor

Perlintasan sebidang Pasar Anyar Bogor

Perlintasan sebidang Jalan RE Martadinata

Perlintasan sebidang Jalan RE Martadinata

Perlintasan sebidang Jalan Baru / Bogor Outer Ring Road - terlihat jalan layang tolnya sudah hampir selesai

Perlintasan sebidang Jalan Baru / Bogor Outer Ring Road – terlihat jalan layang tolnya sudah hampir selesai

Tanah lapang di sisi kiri rel, lokasi ini sudah cukup dekat dengan Stasiun Cilebut

Tanah lapang di sisi kiri rel, lokasi ini sudah cukup dekat dengan Stasiun Cilebut

Rumah pedesaan di sisi kiri rel

Rumah pedesaan di sisi kiri rel

Selepas perlintasan sebidang Jalan Baru, pemandangan mulai semakin hijau dan banyak pepohonan serta lembah. Of course I grabbed some photos

Pemandangan hijau selepas simpang Jalan Baru / Bogor Outer Ring Road

Pemandangan hijau selepas simpang Jalan Baru / Bogor Outer Ring Road

Pemandangan cantik lembah Cilebut di sisi kanan rel, di lembah itu mengalir dengan tenang Sungai Ciliwung.. nun jauh di sana di ketinggian adalah jalan raya Bogor - Kedung Halang - Cibinong

Pemandangan cantik lembah Cilebut di sisi kanan rel, di lembah itu mengalir dengan tenang Sungai Ciliwung.. nun jauh di sana di ketinggian adalah jalan raya Bogor – Kedung Halang – Cibinong

2. STASIUN CILEBUT
Sekitar 15 menit kemudian KRL tiba di Stasiun Cilebut. Normalnya Bogor – Cilebut memakan waktu 10,5 menit sesuai timeline resmi KRL, tapi saya hitung-hitung perjalan memakan waktu 15 menit. Memang ada sejumlah medan dimana KRL harus berjalan lebih lambat dan hati-hati terutama di wilayah Kota Bogor yang bergelombang

KRL memasuki Stasiun Cilebut

KRL memasuki Stasiun Cilebut

Stasiun Cilebut (1)

Stasiun Cilebut (1)

Stasiun Cilebut menghadap ke Utara

Stasiun Cilebut menghadap ke Utara

Stasiun Cilebut ke Selatan - terlihat pintu gerbang masuk yang baru dibangun, sudah sangat nyaman dibandingkan masuk dari gedung tua di foto yang atas

Stasiun Cilebut ke Selatan – terlihat pintu gerbang masuk yang baru dibangun, sudah sangat nyaman dibandingkan masuk dari gedung tua di foto yang atas

Hanya sekitar 20 detik berhenti, KRL pun melanjutkan perjalanan menuju stasiun berikutnya yaitu Bojong Gede. Pemandangan kiri kanan masih sangat menarik, apalagi sinar matahari bersinar cerah yang membantu kamera hp ku yang sangat terbatas ini mengambil foto-foto yang cukup dapat dinikmati seadanya 🙂

Pemandangan rumah penduduk yang padat di sekitar Stasiun Cilebut

Pemandangan rumah penduduk yang padat di sekitar Stasiun Cilebut

Jalan setapak dan parit besar di sisi kiri rel di daerah pemukiman warga Cilebut

Jalan setapak dan parit besar di sisi kiri rel di daerah pemukiman warga Cilebut

Jalan kabupaten yang lumayan bagus menghubungkan  Bogor - Cilebut - Bojong Gede hingga terus ke Depok. Terlihat sungai di sebelah kiri yang adalah sungai yang mengalir dari Jembatan Merah Bogor dan lembahnya ada pada foto di bagian Stasiun Bogor sebelumnya

Jalan kabupaten yang lumayan bagus menghubungkan Bogor – Cilebut – Bojong Gede hingga terus ke Depok. Terlihat sungai di sebelah kiri yang adalah sungai yang mengalir dari Jembatan Merah Bogor dan lembahnya ada pada foto di bagian Stasiun Bogor sebelumnya

Inilah jurang curam bekas longsor yang menimbun rumah2 di bawahnya sekaligus menghancurkan rel sisi Barat, sehingga sempat memutuskan jalur KRL Jakarta - Bogor hingga 3 bulan lamanya. Pemandangannnya sebenarnya hijau dan cantik, terlihat Sungai Ciliwung di pojok kiri atas

Inilah jurang curam bekas longsor yang menimbun rumah2 di bawahnya sekaligus menghancurkan rel sisi Barat, sehingga sempat memutuskan jalur KRL Jakarta – Bogor hingga 3 bulan lamanya. Pemandangannnya sebenarnya hijau dan cantik, terlihat Sungai Ciliwung di pojok kiri atas

KRL mulai memasuki daerah Bojong Gede

KRL mulai memasuki daerah Bojong Gede

3. STASIUN BOJONG GEDE
Stasiun kedua adalah Bojong Gede. Kota kecamatan yang cukup ramai ini selalu menjadi gudang penumpang yang cukup banyak bagi KRL Bogor – Jakarta. Ada cukup banyak penumpang yang naik dari sini dibanding Cilebut. Namun volume penumpang di sini akan sangat terlihat di waktu sore dan malam hari.

Perlintasan sebidang jalan yang menghubungkan Bojong Gede - Kedung Halang / Cibinong, lokasi ini kurang dari 50 m jelang Stasiun Bojong Gede

Perlintasan sebidang jalan yang menghubungkan Bojong Gede – Kedung Halang / Cibinong, lokasi ini kurang dari 50 m jelang Stasiun Bojong Gede

Stasiun Bojong Gede yang kini bersih dan rapi, bebas PKL

Stasiun Bojong Gede yang kini bersih dan rapi, bebas PKL

Stasiun BOjong Gede 2 - terlihat pintu masuk bukan lagi dari gedung lama itu tapi sudah dibangun gerbang baru, sama seperti Cilebut

Stasiun BOjong Gede 2 – terlihat pintu masuk bukan lagi dari gedung lama itu tapi sudah dibangun gerbang baru, sama seperti Cilebut

Tidak begitu banyak penumpang dari Bojong Gede siang itu

Tidak begitu banyak penumpang dari Bojong Gede siang itu

Parkiran motor Stasiun Bojong Gede - dulu lokasi ini dipenuhi lapak dan bangunan permanen pedagang, kini sudah digusur

Parkiran motor Stasiun Bojong Gede – dulu lokasi ini dipenuhi lapak dan bangunan permanen pedagang, kini sudah digusur

Setelah 30 detik, KRL berangkat kembali meninggalkan Bojong Gede menuju stasiun berikutnya yaitu Citayam. Jarak yang cukup jauh antara BJG – CTYM memperlihatkan banyak pemandangan yang cukup cantik, dan permukaan tanah sudah relatif lebih rata dan tidak lagi banyak bergelombang.

Kereta bersiap berangkat kembali menuju Utara

Kereta bersiap berangkat kembali menuju Utara

Jalan sebelah kanan rel KA Bojong Gede - dari jalan ini bisa menuju ke Citayam maupun Jalan Raya Pemda Cibinong

Jalan sebelah kanan rel KA Bojong Gede – dari jalan ini bisa menuju ke Citayam maupun Jalan Raya Pemda Cibinong

Green

Green

INilah sungai dari Jembatan Merah yang 'setia menemani' rel KA Bogor sampai Depok nanti

INilah sungai dari Jembatan Merah yang ‘setia menemani’ rel KA Bogor sampai Depok nanti

4. STASIUN CITAYAM
Stasiun Citayam merupakan stasiun yang paling ‘panoramic’ di antara semua stasiun di Jalur Jakarta – Bogor. Ada Waduk, pemandangan lembah kota kecamatan Citayam yang selalu ramai dan perlintasan sebidangnya yang cukup menanjak dan berbahaya, serta masjid dan perumahan penduduk di pinggiran waduk. Senja hari adalah waktu yang tepat untuk menikmati pemandangan indah di sisi waduk Citayam dari stasiun. Stasiun ini juga banyak menyumbang penumpang bagi KRL Jakarta – Bogor

Lembah Citayam (1)

Lembah Citayam (1)

Lembah Citayam (2)

Lembah Citayam (2)

Terlihat percabangan rel KA menuju ke arah Cibinong - Citeurup... entah kenapa tidak diaktifkan lagi

Terlihat percabangan rel KA menuju ke arah Cibinong – Citeurup… entah kenapa tidak diaktifkan lagi

Perlintasan sebidang bentuk huruf K yang sangat berbahaya jelang masuk Stasiun Citayam

Perlintasan sebidang bentuk huruf K yang sangat berbahaya jelang masuk Stasiun Citayam

KRL kini memasuki Stasiun CItayam. Sayang posisi kereta arah Jakarta berada di jalur kanan, sehingga sulit mengambil foto waduk yang terletak di sebelah kiri stasiun

Stasiun Citayam (1)

Stasiun Citayam (1)

Stasiun Citayam (2)

Stasiun Citayam (2)

Stasiun Citayam (3)

Stasiun Citayam (3)

KRL kemudian berangkat menuju Kota Depok, meninggalkan Kabupaten Bogor. Kontur tanah kini sudah jauh lebih rata dibandingkan saat di Bogor. Ciri khas ruas ini adalah adanya jalan raya Depok – Citayam di sisi kanan rel KA

Citayam - Depok (2)

Citayam – Depok (2)

Citayam - Depok (1)

Citayam – Depok (1)

Citayam - Depok (3)

Citayam – Depok (3)

Citayam - Depok (4)

Citayam – Depok (4)

5. STASIUN DEPOK
Stasiun Depok (dikenal juga Depok Lama) merupakan salah satu stasiun tertua di INdonesia. Lokasinya agak jauh di Selatan kota Depok, sehingga sebenarnya penumpang dari Kota Depok sekarang banyak memakai stasiun-stasiun setelahnya. Namun stasiun ini sangat luas sehingga mengindikasikan inilah stasiun utama Depok di dekade-dekade sebelumnya. Terlebih ada Dipo KA Depok yang dapat diakses dari stasiun ini.

Terlihat sejumlah jalur rel memasuki Stasiun Depok - rel2 di sebelah kiri itu adalah yang menuju Dipo KA Depok

Terlihat sejumlah jalur rel memasuki Stasiun Depok – rel2 di sebelah kiri itu adalah yang menuju Dipo KA Depok

Stasiun Depok yang hijau

Stasiun Depok yang hijau

Stasiun Depok (1)

Stasiun Depok (1)

Stasiun Depok (2)

Stasiun Depok (2)

Stasiun Depok (3)

Stasiun Depok (3)

KRL kini sudah berada di wilayah Kota Depok, dan sudah jauh meninggalkan daerah Bogor di sebelah Selatan.

Jalanan kecil di pinggiran rel KA Depok

Jalanan kecil di pinggiran rel KA Depok

suasana kiri kanan Kota Depok (1)

suasana kiri kanan Kota Depok (1)

suasana kiri kanan Kota Depok (2)

suasana kiri kanan Kota Depok (2)

Kini jumlah penumpang dalam KRL sudah cukup ramai dibandingkan saat dari Bogor

Kini jumlah penumpang dalam KRL sudah cukup ramai dibandingkan saat dari Bogor

6. STASIUN DEPOK BARU
Stasiun inilah yang paling banyak digunakan warga Depok untuk mengakses KRL, karena lokasinya yang sangat strategis persis di tengah kota Depok, diapit Pasar dan Terminal Bis, plus sejumlah pusat perbelanjaan dan akses jalan ke Utara, Barat, Timur, dan Selatang kota Depok. 3 tahun lalu suasana stasiun ini sangat kumuh, kini sudah jauh lumayan rapi. Di sis Baratnya juga sudah ada tempat parkir luas plus tempat angkot-angkot ngetem, sebelumnya dihuni pedagang PKL dan pasar tumpah plus kios2 sewa.

Stasiun Depok Baru - terlihat fly over Kota Depok ke arah sisi Barat Kota

Stasiun Depok Baru – terlihat fly over Kota Depok ke arah sisi Barat Kota

Stasiun Depok Baru (2)

Stasiun Depok Baru (2)

Pintu masuk Stasiun Depok Baru - sudah tidak ada lagi kios2 pedagang dan pengemis di dalam stasiun, sudah jauh lebih bersih - meski pasar di luar stasiun masih belum bersih juga :)

Pintu masuk Stasiun Depok Baru – sudah tidak ada lagi kios2 pedagang dan pengemis di dalam stasiun, sudah jauh lebih bersih – meski pasar di luar stasiun masih belum bersih juga 🙂

Penumpang keluar masuk di stasiun Depok Baru

Penumpang keluar masuk di stasiun Depok Baru

7. STASIUN PONDOK CINA
Merupakan stasiun yang banyak diakses mahasiswa karena lokasinya persis diapit Kampus Universitas Indonesia dan Universitas Gunadarma. Di sekitar stasiun ini juga banyak toko2 dan kios pedagang yang mayoritas melayani kebutuhan mahasiswa. Untuk ke toko buku Gramedia, Depok Town Square, dan Margonda City, stasiun Pondok Cina adalah stasiun yang paling dekat untuk menuju pusat perbelanjaan di atas.
Oh ya perlintasan sebidang persis di samping stasiun ini juga sangat ramai dan berbahaya.

Stasiun POndok Cina (1)

Stasiun POndok Cina (1)

Stasiun Pondok Cina (2)

Stasiun Pondok Cina (2)

Stasiun POndok Cina (3)

Stasiun POndok Cina (3)

Kampus UI terlihat dari rel

Kampus UI terlihat dari rel

Perlintasan sebidang Pondok Cina yang sangat berbahaya

Perlintasan sebidang Pondok Cina yang sangat berbahaya


8. STASIUN UNIVERSITAS INDONESIA

Stasiun yang termasuk paling radikal perubahannya dibandingkan 2-3 tahun yang lalu. Ketika 2012 PT. Commuter Jabodetabek melakukan ‘bersih-bersih’ stasiun di seluruh Jabodetabek, kios-kios yang persis terletak di pinggir rel KA

Stasiun UI (1)

Stasiun UI (1)

Stasiun UI (3)

Stasiun UI (3)

Stasiun UI (4) - terlihat boulevard UI dari arah gerbang masuk di sisi kiri rel

Stasiun UI (4) – terlihat boulevard UI dari arah gerbang masuk di sisi kiri rel

Stasiun UI (2) - pemandangan sisi kanan Timur rel ini sangat ekstrim jika dibandingkan beberapa tahun lalu, dulu lokasi kosong ini dihuni deretan toko2 permanen (ya permanen, tidak ada lapak atau kios bongkar pasang) yang diisi pedagang2 berbagai jenis. Bahkan mahasiswa UI sampai berdemo menolak penggusuran

Stasiun UI (2) – pemandangan sisi kanan Timur rel ini sangat ekstrim jika dibandingkan beberapa tahun lalu, dulu lokasi kosong ini dihuni deretan toko2 permanen (ya permanen, tidak ada lapak atau kios bongkar pasang) yang diisi pedagang2 berbagai jenis. Bahkan mahasiswa UI sampai berdemo menolak penggusuran


9. STASIUN UNIVERSITAS PANCASILA

Ini adalah stasiun terakhir di wilayah Pemda DKI Jakarta, persis di Selatan DKI. Stasiun ini relatif tidak begitu ramai, bahkan di pagi atau sore hari kecuali mahasiswa dan civitas Univ. Pancasila. Di siang dan malam hari, saya bahkan sering melihat stasiun ini sepi, hanya 5-10 orang yang naik turun KA.

Stasiun Univ Pancasila (1)

Stasiun Univ Pancasila (1)

Stasiun Univ Pancasila (2) - terlihat kampus di sisi Barat rel, di seberang jalan raya Lenteng Agung

Stasiun Univ Pancasila (2) – terlihat kampus di sisi Barat rel, di seberang jalan raya Lenteng Agung

Stasiun Univ Pancasila (3) - sisi Timur

Stasiun Univ Pancasila (3) – sisi Timur

Green - kini KRL memasuki wilayah DKI Jakarta meninggalkan Depok

Green – kini KRL memasuki wilayah DKI Jakarta meninggalkan Depok


10.STASIUN LENTENG AGUNG

Stasiun ini cukup ramai, mengingat banyaknya masayarakat yang bermukim di daerah Lenteng Agung Jakarta. Bahkan dulu di dekat stasiun ini ada pasar Lenteng Agung yang lumayan ramai serta kios-kios di dalam stasiun yang sangat mirip dengan Stasiun UI, hingga akhirnya terkena penggusuran.

St. Lenteng Agung (1)

St. Lenteng Agung (1)

St. Lenteng Agung (2)

St. Lenteng Agung (2)

Pemukiman sekitar St. Lenteng Agung

Pemukiman sekitar St. Lenteng Agung

Jalan Raya Lenteng Agung

Jalan Raya Lenteng Agung

11.STASIUN TANJUNG BARAT
Andai saja stasiun ini 500 m lebih ke Utara, mungkin ini bisa menjadi salah satu stasiun yang paling strategis di wilayah DKI Jakarta, karena akan menjadi satu-satunya stasiun KRL yang persis di dekat Jakarta Outer Ring Road (JORR). Ya, dari stasiun ini dekat sekali dengan JORR dan Jl. TB Simatupang Jakarta Selatan, kira-kira 10 menit berjalan kaki.
Karena tergolong stasiun baru, stasiun ini sudah lumayan bersih dan rapi jauh sebelum era ‘bersih-bersih’ stasiun di kepemimpinan Bpk. Ignatius Johan. Ciri khas yang paling kentara adalah warna orange yang mendominasi struktur stasiun Tanjung Barat.

St Tanjung Barat (1)

St Tanjung Barat (1)

St Tanjung Barat (3)

St Tanjung Barat (3)

Jemb Penyeberangan menuju stasiun

Jemb Penyeberangan menuju stasiun

St Tanjung Barat (5)

St Tanjung Barat (5)

Selepas stasiun, itulah JORR Jakarta TB Simatupang

Selepas stasiun, itulah JORR Jakarta TB Simatupang

Parkiran mobil stasiun

Parkiran mobil stasiun

12.STASIUN PASAR MINGGU
Lokasi Pasar Minggu yang semrawut dan selalu macet menjadi penanda utama stasiun KRL ini. Volume penumpang di stasiun ini cukup tinggi, dan di sisi Timurnya kurang dari 1 km ada Sungai Ciliwung yang mengalir plus perumahan penduduk yang sangat padat. Stasiun yang terakhir saya lihat masih kumuh kini sudah jauh lebih bersih dan bebas dari para pedagang asongan dan pengemis yang dulu seringkali memenuhi bangku dan pedestrian stasiun.

St Pasar Minggu - pintu masuk baru yang jauh lebih baik dari yang lama

St Pasar Minggu – pintu masuk baru yang jauh lebih baik dari yang lama

St Pasar Minggu 2

St Pasar Minggu 2

St Pasar Minggu (3)

St Pasar Minggu (3)

Tampak terlihat pusat perbelanjaan Robinson dan pasar Pasar Minggu di sebelah Barat stasiun.

Robinson

Robinson

Jalan Raya Pasar MInggu yang ramai

Jalan Raya Pasar MInggu yang ramai


13.STASIUN PASAR MINGGU BARU

Stasiun yang menurutku paling sepi di jalur antara Manggarai – Bogor. Terletak di pinggiran jalan yang tidak terlalu ramai, serta pasar pagi di sisi Baratnya, menurutku penumpang di stasiun ini hanyalah warga yang bermukim dekat sini, tidak ada pusat keramaian, hanya pemukiman semua. Siang dan malam, beberapa kali saya melihat tidak ada penumpang yang naik turun dari KRL. Apalagi lokasinya hanya 1,5-2 km dari Stasiun Duren Kalibata. Menurut hematku, stasiun ini ditutup aja agar kecepatan KA Pasar Minggu – Kalibata bisa meningkat dan menghemat sejumlah waktu.

St Pasar MInggu Baru (1)

St Pasar MInggu Baru (1)

St Pasra MInggu Baru (2)

St Pasra MInggu Baru (2)

St Pasar Minggu Baru (3)

St Pasar Minggu Baru (3)

14.STASIUN DUREN KALIBATA
Stasiun ini merupakan akses bagi penumpang yang mau menuju daerah Kalibata, daerah PGC Cililitan, Kramat Jati, dan sekitarnya. Di dekat stasiun ini ada jalan TMP Kalibata yang menghubungkan Pasar Minggu dan Cilitan / Kramat Jati.

St Duren Kalibata

St Duren Kalibata

St Duren Kalibata (2) - sisi Barat

St Duren Kalibata (2) – sisi Barat

St Duren Kalibata (3) - menghadap Utara

St Duren Kalibata (3) – menghadap Utara

St - Duren Kalibata (5) - arah Selatan

St – Duren Kalibata (5) – arah Selatan

Jalan raya di pinggir stasiun

Jalan raya di pinggir stasiun

KRL baru tiba di St Kalibata

KRL baru tiba di St Kalibata

15.STASIUN CAWANG
Inilah salah satu stasiun paling strategis di Jakarta, banyak sekali commuter orang kantoran dari arah Sudirman / Gatot Subroto / Pancoran / Kebayoran yang menggunakan stasiun ini sehingga tidak heran pada jam keberangakatan paling malam pun masih tetap ramai meski stasiun ini bukan stasiun transit atau tujuan akhir.

Stasiun Cawang (arah Selatan - Bogor dan Depok)

Stasiun Cawang (arah Selatan – Bogor dan Depok)

Stasiun Cawang (arah Utara - ke Jakarta Pusat dan Manggarai)

Stasiun Cawang (arah Utara – ke Jakarta Pusat dan Manggarai)

Penumpang yang baru turun dari kereta

Penumpang yang baru turun dari kereta

Sayangnya lokasi di bawah fly over sehingga tidak terlihat langsung dan suka terlewat, mana tidak ada plang penunjuk stasiun Cawang. Lokasi parkir juga sulit sekali di sekitar stasiun ini. Yang melelahkan, penumpang harus naik turun tangga menuju ke atas jalan raya atau jembatan busway dari stasiun karena posisinya tersebut.

Pintu masuk stasiun Cawang

Pintu masuk stasiun Cawang

Pintu masuk Stasiun dari atas Jl. MT Haryono

Pintu masuk Stasiun dari atas Jl. MT Haryono

16.STASIUN TEBET
3 menit selepas Stasiun Cawang, KRL pun tiba di Stasiun Tebet. Stasiun ini juga cukup banyak dipakai oleh Commuter, terutama yang dari daerah Kuningan, Prof. Satrio, Prof. Supomo, dan Casablanca. Penumpang juga banyak datang dari arah Terminal Kampung Melayu, yang kira-kira berjarak 1,5 km di sisi Timur stasiun ini.

St Tebet (1)

St Tebet (1)

St Tebet (2)

St Tebet (2)

St Tebet (3)

St Tebet (3)

KRL lalu berangkat lagi menuju arah Manggarai. Di kiri kanan pemandangan khas orang pinggiran Jakarta semakin terlihat, sayangnya termasuk juga tumpukan sampah yang jelas bukan view yang sedap dipandang

tebet (10)

tebet (6)

tebet (7)

tebet (9)

Taman bermain anak2

Taman bermain anak2

17.STASIUN MANGGARAI
Stasiun Manggarai adalah salah satu stasiun besar yang menjadi center point sejumlah jalur rel penting di wilayah DKI Jakarta. Sudah ada sejak lama sebelum Indonesia merdeka, beberapa bagian bangunan masih terlihat menyisakan struktur desain lama, apalagi kerangka relnya. Stasiun ini menghubungkan jalur KRL ke seluruh wilayah Jakarta dan ke luar Jakarta yaitu Bekasi / Jawa / dan Bogor

KRL menuju Stasiun Manggarai - sisi Timur

KRL menuju Stasiun Manggarai – sisi Timur

KRL memasuki stasiun Manggarai - sisi Barat

KRL memasuki stasiun Manggarai – sisi Barat

Terlihat percabangan rel KA ke arah Timur - menuju Bekasi / Cikampek / Bandung / Jawa Tengah

Terlihat percabangan rel KA ke arah Timur – menuju Bekasi / Cikampek / Bandung / Jawa Tengah

Into Manggarai Station

Into Manggarai Station

Ini adalah stasiun yang paling sibuk di wilayah DKI, terutama sejak adanya jalur loop line Jakarta dan ditiadakannya trayek Bekasi – Tanah Abang, sehingga penumpang dari Bekasi harus transit di Manggarai menuju Sudirman / Tanah Abang yang sempat mengundang protes penumpang KRL Bekasi beberapa tahun lalu. Untungnya kini jumlah gerbong dan jadwal perjalanan KRL sudah bertambah sehingga kepadatan yang sempat terjadi sekitar 2 tahun lalu tidak terlalu parah. Apalagi kini KA luar kota tidak lagi berhenti di Stasiun Manggarai.

Pintu masuk stasiun Manggarai yang baru - sangat elegan dibandingkan yang lama

Pintu masuk stasiun Manggarai yang baru – sangat elegan dibandingkan yang lama

Stasiun Manggarai (1)

Stasiun Manggarai (1)

Stasiun Manggarai (2)

Stasiun Manggarai (2)

Sisi barat dan gedung kantor Stasiun Manggarai

Sisi barat dan gedung kantor Stasiun Manggarai

KRL baru tiba dari arah Bekasi - sisi Barat

KRL baru tiba dari arah Bekasi – sisi Barat

Pintu KRL menutup pertanda KRL siap berangkat kembali

Pintu KRL menutup pertanda KRL siap berangkat kembali

Setelah sekitar 4 menit berhenti, KRL akhirnya berangkat kembali menuju Kota (kalau KRL Tanah Abang biasanya berhenti lebih lama karena menunggu penumpang transit dari KRL Bekasi)

KRL mulai berangkat

KRL mulai berangkat

Jumlah penumpang di dalam KRL mulai berkurang lagi selepas banyak yang turun di Stasiun Manggarai

Jumlah penumpang di dalam KRL mulai berkurang lagi selepas banyak yang turun di Stasiun Manggarai

manggarai

Stasiun ini juga dekat lokasinya dengan Pintu Air Manggarai yang memecah Ciliwun menjadi 2 sungai yaitu Ciliwung terusan dan Banjir Kanal Barat.

SEkitar Pintu Air Manggarai - Banjir Kanal Barat

SEkitar Pintu Air Manggarai – Banjir Kanal Barat

KRL pun mulai berjalan menanjak menuju jalan layang kereta api. Horizon pemandangan kiri kanan kereta kini pun menjadi jauh berbeda dari sebelumnya – more exciting of course 😀

Sisi Barat rel perkantoran di ruas Manggarai - Cikini

Sisi Barat rel perkantoran di ruas Manggarai – Cikini

PErsimpangan Jalan Diponegoro - Cikini Raya - Raden Saleh (sisi Timur)... dari sini sudah lebih dekat menuju kawasan Tugu Proklamasi, UI Salemba, dan RS. Dr. Cipto

PErsimpangan Jalan Diponegoro – Cikini Raya – Raden Saleh (sisi Timur)… dari sini sudah lebih dekat menuju kawasan Tugu Proklamasi, UI Salemba, dan RS. Dr. Cipto

Sisi Barat rel di ruas Manggarai - Cikini

Sisi Barat rel di ruas Manggarai – Cikini

Daerah Cikini (1)

Daerah Cikini (1)

Daerah Cikini (2)

Daerah Cikini (2)

Ada satu apartemen yang cukup tinggi terletak tepat di sebelah kiri Stasiun Cikini, dan pengamanan di sekitarnya terlihat cukup ketat.

Apartemen yang terletak di sisi Timur / kiri Stasiun Cikini

Apartemen yang terletak di sisi Timur / kiri Stasiun Cikini

18.STASIUN CIKINI

Kira-kira 5 menit sesudah Manggarai, KRL tiba di stasiun Cikini. Waktu yang sedikit lama mungkin karena KRL harus menanjak ke atas jalan layang rel KA. Stasiun ini merupakan stasiun ‘melayang’ pertama dari arah Selatan Jakarta, karena jalur rel sudah berada di atas permukaan, dibangun melayang untuk mengurangi dampak kemacetan di daerah jalanan pusat Jakarta. Bila hendak menuju ke daerah Menteng (Cikini, Diponegoro, Taman Surapati, Tugu Proklamasi, RS. Cipto, UI Salemba) maka Stasiun Cikini adalah pilihan yang tepat.

Stasiun Cikini (1)

Stasiun Cikini (1)

Stasiun Cikini (2)

Stasiun Cikini (2)

Panel Stasiun Cikini (sisi Barat)

Panel Stasiun Cikini (sisi Barat)

Dengan semakin menariknya view di kiri kanan jalan layang kereta, ditambah bantuan mr. sunshine yang cerah, meski banyak bangku kosong tapi aku lebih memilih berdiri pindah-pindah kiri kanan mengambil gambar. Jumlah penumpang yang semakin sedikit membuat badan lebih bebas bergerak heeh 😀

Pemandangan jalan arteri di bawah rel melayang selepas stasiun Cikini (sisi Barat)

Pemandangan jalan arteri di bawah rel melayang selepas stasiun Cikini (sisi Barat)

Kawasan perkantoran di Cikini, selepas stasiun KA

Kawasan perkantoran di Cikini, selepas stasiun KA

19.STASIUN GONDANGDIA
I consider myself lucky, karena sampai Gondangdia entah kenapa cuaca lumayan cerah kembali, berbeda dari kondisi antara Cawang – Manggarai yang terlihat mendung. Stasiun yang tepat berlokasi di daerah inti Kota Jakarta ini termasuk stasiun hijau karena di sekitarnya ada banyak pepohonan besar. Banyak sekali rumah sederhana tapi mewah termasuk rumah pejabat dan konsul yang berada di sekitar Gondangdia. Akses menuju daerah Tugu Tani, Kwitang, Taman Ismail Marzuki, Teuku Umar, dapat menggunakan stasiun ini.

Enter Stasiun Gondangdia

Enter Stasiun Gondangdia

Stasiun Gondangdia (1)

Stasiun Gondangdia (1)

Stasiun Gondangdia (2)

Stasiun Gondangdia (2)

KRL kemudian bergerak kembali ke arah Utara setelah berhenti kurang lebih 20 detik di Gondangdia. Tadi ada lumayan banyak penumpang yang turun. Lokasi Gondangdia memang strategis di heart of Jakarta Pusat, banyak perkantoran penting di sekitar sini. Apalagi setelah Gambir tidak lagi dilintasi KRL untuk berhenti, banyak penumpang arah Gambir turun di Gondangdia.
Di kiri kanan semakin banyak saja gedung-gedung perkantoran dan jalanan macet ala Jakarta, pemukiman semakin jarang ditemui

Jalan menghubungkan Stasiun Gambir dan Tugu Tani yang selalu macet

Jalan menghubungkan Stasiun Gambir dan Tugu Tani yang selalu macet

Jalan menghubungkan Stasiun Gambir dan Tugu Tani yang selalu macet (2)

Jalan menghubungkan Stasiun Gambir dan Tugu Tani yang selalu macet (2)

Perkantoran sekitar Gondangdia (1)

Perkantoran sekitar Gondangdia (1)

Perkantoran sekitar Gondangdia (2)

Perkantoran sekitar Gondangdia (2)

Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat - dari sini sangat mudah menuju Jalan Thamrin / kawasan Sarinah dan kawasan Gambir / Monas

Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat – dari sini sangat mudah menuju Jalan Thamrin / kawasan Sarinah dan kawasan Gambir / Monas

KRL melintasi Stasiun Gambir, namun sayang tidak lagi berhenti di stasiun ini, hanya melintas saja. SEpertinya untuk mempermudah perjalanan sekaligus mengurangi antrian masuk stasiun – walau agak disayangkan, karena penumpang luar kota tentu lebih mudah untuk mengakses Gambir dengan menggunakan KRL

20.STASIUN JUANDA
Untuk yang menuju daerah Pasar Baru, Lapangan Benteng, MOnas maka dapat menggunakan Stasiun Juanda. Lokasinya sangat strategis di daerah pusat keramaian Jakarta Pusat. Sebenarnya hanya butuh sekitar 3 menit dari Gondangdia menuju Juanda, namun karena ada Stasiun Gambir di antaranya yang merupakan stasiun penumpang ke luar daerah, seringkali KRL harus menunggu antrian jalur di Gambir yuang hanya terdiri dari 4 jalur.

Stasiun Juanda (1)

Stasiun Juanda (1)

Stasiun Juanda (3) - sisi Timur menghadap Utara

Stasiun Juanda (3) – sisi Timur menghadap Utara

Stasiun Juanda (2) - sisi Timur menghadap Selatan

Stasiun Juanda (2) – sisi Timur menghadap Selatan

Stasiun Juanda (4) - sisi Barat menghadap Utara

Stasiun Juanda (4) – sisi Barat menghadap Utara

Sama seperti di sekitar Cikini dan Gondangdia, ada banyak gedung -gedung besar dan perkantoran terlihat di sisi kiri kanan rel KA di Stasiun Juanda

Jalan Juanda / kawasan Pasar Baru - arah Barat menuju daerah Harmoni / Hayam Wuruk / Monas

Jalan Juanda / kawasan Pasar Baru – arah Barat menuju daerah Harmoni / Hayam Wuruk / Monas

Seputaran wilayah St Juanda

Seputaran wilayah St Juanda

Seputaran wilayah St Juanda  (2)

Seputaran wilayah St Juanda (2)

Jalan Juanda (arah Barat - menuju Gunung Sahari, SEnen)

Jalan Juanda (arah Barat – menuju Gunung Sahari, SEnen)

21.STASIUN SAWAH BESAR
KRL Bogor – Jakarta kini sudah memasuki bagian akhir perjalanan panjang sejauh kurang lebih 60 km. Kini KRL memasuki stasiun Sawah Besar. Stasiun ini bisa diakses dari jalan Sukarjo Wiryopranoto – Samanhudi. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Stasiun Juanda, sehingga kadang-kadang aq juga berpikir ngapaian ada stasiun yang sedemikian dekatnya.

Jalan Samanhudi - (arah Barat stasiun Sawah Besar)

Jalan Samanhudi – (arah Barat stasiun Sawah Besar)

Jelang masuk Stasiun Sawah Besar (sisi Barat)

Jelang masuk Stasiun Sawah Besar (sisi Barat)

Stasiun Sawah BEsar (sisi Barat)

Stasiun Sawah BEsar (sisi Barat)

Stasiun Sawah Besar (sisi Timur arah Utara)

Stasiun Sawah Besar (sisi Timur arah Utara)

Sangking sepinya, saya dengan mudah mengambil foto lantai 2 stasiun pembatas kawasan bebas merokok 😀

Terlihat garis pembatas dilarang merokok)

Terlihat garis pembatas dilarang merokok)

Di bawah stasiun ini ada jalan sempit yang di sekitarnya banyak pertokoan usaha2 dagang.

Jalan di sisi Timur St. Sawah Besar yang dipenuhi kios pedagang dan pertokoan

Jalan di sisi Timur St. Sawah Besar yang dipenuhi kios pedagang dan pertokoan

Kawasan pertokoan sekitar St. Sawah Besar

Kawasan pertokoan sekitar St. Sawah Besar

22.STASIUN MANGGA BESAR
Ini stasiun yang terletak di sekitar daerah pertokoan dan pusat hiburan Mangga Besar. Kebanyakan pusat perdagangan di sekitar Mangga Besar adalah hotel, tempat hiburan, dan toko-toko. Relatif tidak banyak penumpang yang menggunakan stasiun ini sejauh pengamatanku baik pagi, siang, maupun sore hari. Stasiun ini juga hanya berjarak sekitar 200 m dari RS Husada

St Mangga Besar

St Mangga Besar

St Mangga Besar (2)

St Mangga Besar (2)

KRL makin kosong

KRL makin kosong

KRL berangkat lagi semakin ke ujung UTara Jakarta yakni stasiun Jayakarta. Pemandangan khas area pemukiman dan perdagangan di Mangga Besar – Mangga Dua semakin jelas terlihat

Jalan Mangga Besar

Jalan Mangga Besar

Pertokoan dan pemukiman sekitar Mangga Besar (1)

Pertokoan dan pemukiman sekitar Mangga Besar (1)

Pertokoan dan pemukiman sekitar Mangga Besar (2)

Pertokoan dan pemukiman sekitar Mangga Besar (2)

23.STASIUN JAYAKARTA
Akses ke daerah pertokoan Glodok dan Mangga Dua paling dekat apabila turun di stasiun ini. Relatif agak susah diakses dengan mikrolet-mikrolet yang berada di daerah sekitar Kota – Mangga Dua karena posisinya agak di dalam.

Stasiun Jayakarta (1)

Stasiun Jayakarta (1)

Stasiun Jayakarta (2)

Stasiun Jayakarta (2)

Kawasan Mangga Dua

Kawasan Mangga Dua

Mangga Dua arah Barat / Kota

Mangga Dua arah Barat / Kota

Bank Sinarmas

Bank Sinarmas

Selepas melewati persimpangan jalan Mangga Dua, jalur rel mulai menurun, dan dari sisi kanan kereta terlihat banyak percabangan rel KA yang dari arah Tanjung Priok dan Kampung Bandan. Suasana kumuh ala perkampungan lama Kampung Bandan pun terlihat jelas.

Terlihat percabangan rel keluar Jakarta Kota - menuju Tanjung Priok dan Kampung Bandan

Terlihat percabangan rel keluar Jakarta Kota – menuju Tanjung Priok dan Kampung Bandan

View perkampungan Kampung Bandan

View perkampungan Kampung Bandan

24.STASIUN JAKARTA KOTA
Akhirnya KRL tiba di stasiun tujuan akhir yaitu Stasiun Jakarta Kota tepat sekitar pukul 13.45. Dengan total perjalanan kurang lebih 1,5 jam dari Bogor dan sedikit mengantri di sekitar Stasiun Manggarai dan Gambir, KRL tiba dengan selamat. Jumlah penumpang sudah jauh menurun jika dibandingkan saat di Depok dan di Manggarai.

Enter Stasiun Kota

Enter Stasiun Kota

kota (6)

KRL akhirnya tiba dan menurunkan penumpang

KRL akhirnya tiba dan menurunkan penumpang

Inilah tampak depan KRL yang baru saya tumpangi dari Bogor

Inilah tampak depan KRL yang baru saya tumpangi dari Bogor

Saya pun berkesempatan mengambil sejumlah foto stasiun yang sudah berdiri cukup lama ini. Terlihat suasana dalam stasiun sangat ramai, dan yang saya lihat kebanyakan adalah penumpang untuk Kereta jurusan luar daerah yang memang jadwalnya banyak yang berangkat sore hari dari Stasiun Kota.

Stasiun Jakarta Kota (1)

Stasiun Jakarta Kota (1)

Stasiun Jakarta Kota (2)

Stasiun Jakarta Kota (2)

Stasiun Jakarta Kota (3)

Stasiun Jakarta Kota (3)

Pintu pengecekan tiket

Pintu pengecekan tiket

Antrian penumpang di loket Stasiun Kota yang dekat dengan pintu masuk dari arah Kota Tua juga cukup ramai, kalau yang saya lihat mereka antri untuk memesan tiket kereta luar daerah, bukan KRL. Saya kira loketnya juga berbeda tempatnya.

kota

Demikian diary perjalanan KRL Bogor – Jakarta yang baru saja saya tumpangi. SEmoga menikmati.

Advertisements

51 thoughts on “My Diary – Naik KRL Bogor – Depok – Jakarta Kota (Train Bogor – Jakarta)

    • Thanks bro. Dengan perhitungan delay di Manggarai 5-10 menit dan 3-8 menit di Gambir, maka dari Citayam ke Juanda itu bisa antara sekitar 40-60 menit 🙂

  1. nice post gan,,,gini gan saya dari sukabumi mau ke merak, boleh dibantu gak untuk informasi naik kereta apa aja dan jam berapa aja, kalo boleh tolong di email ya gan, soalnya saya mau back packeran gan.makasih sebelumnya gan

    • hI, thanks. Tidak ada KA langsung dr Sukabumi maupun Bogor yg ke Merak.
      1. Naik KA ke Stasiun Bogor

      2. Dari Bogor, silakan naik KRL ke Stasiun Tanah Abang atau Palmerah

      3. Ada 2 pilihan ke Merak, mau KA AC bisnis / eksekutif Krakatau atau naik KA Lokal / Angke – Merak
      a. Kalau mau KA AC bisnis eksekutif Krakatau, berangkatny pukul 23.00 dri Stasiun Tanah Abang. Beli tiket bisa di St Tanah Abang. Jadi tinggal perkirakan waktu berangkat dr Sukabumi agar nyampe Tanah Abang (step 1 dan 2 di atas) sebelum pukul 23.00

      B. kALAU Mau KA Lokal yg biasa dan murah (ekonomi) ada bbrp kali dari Jakarta ke Merak, tiketny murah sekali. Hanya saja tidak semua berhenti di Tanah Abang, dan mungkin tidak ada yg berhenti. Tapi semua KA Lokal tsb berhenti di Stasiun Palmerah (jadwalny saya kurang tau, ada sekitar 3-6 kereta tiap hari). Jadi saran saya, dari Bogor naik KRL ke Tanah Abang dulu, kemudian dari Tanah Abang naik KRL lagi ke St Palmerah (beda kereta dgn yg dari Bogor). Deket koq dr Tanah Abang ke Palmerah cuma 5 menit naik KRL. Di Palmerah keluar stasiun dulu, kemudian beli deh tiket KA Lokal ke Merak

      Semoga membantu

    • Lebih dekat ke Juanda… nanti turun Juanda seberang jalan, belok kanan lalu belok kiri ikutin jalan yang di pinggiran Kali Ciliwung/di bawah jalan layang KA.. ud nyampe Monas deh

      Dari Gondangdia jarakny sama, tapi kykny pintu ke Monas dari sisi itu ditutup dan terhalang juga Stasiun Gambir

      • Hi Mba Debi, thanks for visiting..
        Jarak Stasiun Juanda ke Gambir itu sekitar 700 m-an. Jalan kaki sekitar 10-20 menit tergantung cepatny berjalan. Kalo ojek atau bajaj sktr 10 ribu.
        Kalo emg kuat jalan, nanti nyebrang Stasiun Juanda arah Monas / Selatan, tapi setelah di seberang belok ke kiri kemudian ambil jalan ke kanan, lebih teduh bnyk pohon besar, yg lewat Gereja Katedral ama Mesjid Istiqlal. Ikuti aja arah kendaraan, semuanya menuju ke arah Stasiun Gambir krn jalanny 1 arah.
        Kalo mo yg ambil jalan ke Monas juga boleh, setelah menyeberang jalan ke kanan, kemudian belok kiri masuk jalan yg agak sepi itu lurus ke Monas. Dari Monas Stasiun Gambir ud keliatan 🙂

  2. Boleh tanya? Apa setiap KRL selalu berhenti di stasiun yang dilewati atau hanya berhenti di stasiun persinggahan saja? Terimakasih….

    • Ya, semua KRL berhenti di semua stasiun di Jabodetabek – yang tentu memang beroperasi untuk melayani perjalanan KRL. Contoh KRL Jakarta – Bogor akan berhenti di semua stasiun yang memang dioperasikan untuk KRL di jalur rel KA Jakarta – Bogor

  3. Maaf mw tnya. Sya kan mw k mangga dua. Ktny bs trun d stasiun kampung bandang. Tp itu bs d bli tiketny dr bogor ga? Mksudny sy bs naik 1 kali comuter ga dr bogor lngsung k stasiun kmpung bandang?

    • Tentu saja bisa. Dari Bogor silakan naik KRL yang tujuan Jatinegara. Nanti KRL akan berhenti di Stasiun Kampung Bandan. BIasanya akan berhenti di jalur 6-7-8, di sebelah kiri stasiun kalo dari arah pintu gate masuk Stasiun Bogor
      BOgor ada 3 tujuan KRL setiap harinya: 1. Kota 2. Duri 3. Jatinegara

      Oh ya, ud tahu kan jalannya dari Stasiun Kampung Bandan ke Mangga Dua?

    • Hi Mas Agus. Ke Gambir lebih enak dari Juanda, karena tinggal nyebrang jalan lalu susuri pinggir sungai ud nyampe ujung Stasiun Gambir (patokannya tinggal ngeliat menara Monas aj, Gambir lokasinya persis sisi Timur Monas)
      Kalau dari Gondangdia juga bisa, tapi jalannya lebih jauh dan bisa nyasar kalo krg paham

  4. Mas sy mau tanya, klo sy dari Bogor mau ke stasiun Gambir rute jalurnya gmn ya? Apakah saya naik commuterline dr Bogor ke tujuan Jakarta Kota, trs saya turun di stasiun Juanda? Trm ksh sblmnya..

    • Ya benar, dari Bogor ambil tujuan Stasiun Kota. Turun di Juanda, nanti nyebrang jalan lewat JPO Busway itu…
      trus lurus aja ke Selatan ikutin jalan pinggir sungai, pertahankan posisi sejajar jalan layang KA itu (patokanny liat menara Monas). Stasiun Gambir persis terletak di sisi Timur MOnas, sama2 berada di atas jalan layang KA itu kek St Juanda. Ikuti trotoar sampe dapat pintu masuk Stasiun Gambir, gedungny ud keliatan kalo ud dekat Monas

  5. Mas mau tanya , klo mau ke walikota tanjung priuk itu perlu naik kereta lg ga ya dari stasiun jakarta kota ato naik angkot , nomer angkot nya berapa ? Klo sy naik kereta bagaimna cara nya ? Mksh utk jawaban nya

    • Dari Stasiun mana mbak? Kalo dari Stasiun Kota itu masih jauh banget ke kantor Walikota Jakarta Utara, dan ga ada KA ke kawasan kantor walikota di Yos Sudarso.
      Kalo Stasiun Tanjung Priok itu tidak melayani perjalanan KRL, itu lebih sebagai stasiun KA barang
      Mending turun di Stasiun KA Senen, kemudian dari situ bisa naik Mayasari jurusan Tanjung Priok, nanti mereka lewat depan Kantor Walikota

    • Hi Wita, thanks for visiting. DI Gambir KRL tidak berhenti.
      Kalo yg lebih dekat jalan kaki adalah Stasiun JUanda (walau dari Gondangdia juga tidak begitu jauh, cuma jalannya kecil2, takutny tersesat kalo tidak paham jaaln)
      Dari Stasiun Juanda, cukup lihat dimana Menara Monas, keluar stasiun seberang jalan, ke arah kanan dikit nanti ada jalan kecil di pinggir sungai yang ke arah Monas. Ikutin aja, Stasiun Gambir adanya di sebelah kiri (Timur) pagar kompleks Monas, dari jalan kecil itu nanti keliatan koq yg rame bnyk kendaraan dan jalan layang KA ny 🙂
      **intinya patokan liat aja Monas dimana, jalan kaki menuju arah Monas**

      Semoga membantu 🙂

  6. Hai mas, infonya bagus sekali 🙂
    Saya mau tanya mas, kalo dari St Bogor ke gedung PPM Manajemen Jl. Menteng Raya No. 9 itu benar turun di St. Gondangdia ya? Lalu dari situ bisa jalan kaki atau bagaimana mas? Terima kasih 🙂

    • Halo Ayu…yap betul, bisa turun di Stasiun Gondangdia. Kamu keluar stasiun ke arah Timur. Nanti begitu turun dari eskalator, jalan ke kiri, ketemu pagar yg di sisi luarny ada jalan kecil. bnyk tukang ojek. Susuri jalan tsb ke sisi kiri terus sampe ketemu persimpangan jalan, pagar keluar stasiun. Nah di situ belok kanan, Ikuti jalan tsb sampe mentok simpang tiga Tugu Tani, di situ kamu bisa lihat gedung PPM Manajemen. Menyeberang jalan sampe deh…hati2 menyeberang jalannya krn tikungan, amanny nyebrang di lampu lalu lintas aja.
      Semoga membantu 🙂

    • Di Depok Lama ada 4 lajur. Sblh Timur ada 2, jalur 1 dan 2. Sblh Barat ada jalur 3 dan 4.
      Yg di tengah2 itu yg 2 rel adlh jalur 2 dan 3.

      Kalo KA yang Depok – Jakarta (mulai berangkat dari Depok) adanya di jalur 3, biasanya ngetem di situ sebelum berangkat.
      Sementara kalau KRL yg dari Bogor lewat ke arah Jakarta, biasanya melintas dari jalur 2 atau jalur 1 (sisi Timur, yg lebih dekat ke pintu masuk stasiun), paling sering lewt jalur 2 sih..
      Kalo jalur 4 yg paling Barat adalah kereta yg dari Jakarta tujuan Bogor

  7. mas saya mau tanya kalo dari cilebut mau ke menara jamsostek naik krl-nya lbh baik turun di stasiun mana ya?terus setelahnya naik apa? makasih. ..

    • Hi Amida..ke Menara Jamsostek Jl. Gatot Subroto, kamu bisa turun di Stasiun Cawang. Nanti keluar stasiun jangan langsung naik tangga ke atas, tapi menyeberang terowongan dulu yang lewat jalan sempit di samping rel, kemudian keluar terowongan baru naik tangga ke sisi jalan yang ke arah Semanggi.
      Dari situ terserah mau naik busway atau naik Mayasari jurusan Grogol.
      Kalau busway, turun di Halte Jamsostek, setelah Halte Kuningan

  8. mas mau tanya ni , kalo ke plaza 3 pondok indah tb simatupang, stasiun terdekat dari lokasi yang mana ya? Nah misalnya sdh sampe stasiun tersebut, lalu selanjutnya ke sana bagaimana mas? mohon infonya, terima kasih mas

    • Hi Mas Dimas, kalo ke TB Simatupang itu kamu bisa turun di St Tanjung Barat. Berjalan kaki kira2 1 km kamu sudah sampe di simpang empat TB Simatupang – Jl. Raya Lenteng Agung…sayangny setahuku ga ada angkot atau bus kota langsung ke daerah Lebak Bulus / Pondok Indah yg lewat jalan. Ada banyak bus sih tapi lewat jalan tol, kalo mo nyoba di simpang empat Tanjung Barat itu kamu naik ke atas. Cuma kekny ga bisa deh.. 😦

      Coba naik gojek/grab bike aja, itu jarakny ke daerah Plaza Pondok Indah sekitar 7-9 km, Rp 15.000 ud pas

  9. Mas, mantap postingan nya!!

    Ini berangkat hari kerja ya mas? Saya berencana dengan istri dan anak umur 3 tahun bakal naek KRL dari stasiun Bogor ke Stasiun Tebet. Setelah berlibur di Bogor 2 malam.

    Rencana naek KRL hari Selasa habis checkout dari hotel, mungkin sekitar jam 12an ya.
    Kalau bawa Koper agak gede sebiji, masih oke ga mas naek KRL?

    Mohon tip nya.

    • Halo Mas Doli, terima kasih.
      Bukan, ini hari Sabtu. Kalo hari kerja mah, BORO-BORO bergerak buat ambil foto, badan aja nempel ama yg lain kaga bisa bergerak 😀 Tapi tetep rame sih, walo ga serame hari kerja.

      Kalau siang gitu, jam ga terlalu padat KRL, saya kira gapapa kok. Bnyk yg saya liat kalo siang2 bawa kardus gede atau koper. Tapi jangan pas rush hour, seperti pagi hari atau sore hari dimana KRL padat2ny. Ada sih aturan ukuran barang bawaan, tapi kalo jam padat gitu, sesuai aturan petugas di stasiun (yg di dekat gate) memiliki HAK PREROGATIF untuk menolak barang bawaan penumpang.
      Nanti di dalam KRL, koper sebaiknya ditaruh di depan / dekat badan aja pas duduk atau berdiri (kemungkinan besar sih duduk soalnya berangkat dari Bogor kan 😀 ). Kalo ditaruh di atas takutnya karena gede, goyang malah jatuh) 🙂
      Happy traveling 🙂

  10. kalo mau ke taman topi dari citayam itu turun stasiun mana mas ? dan berapa tarifnya … ..

    kalo mau ke kota tua dari citayam turun stasiun mana yaa mas ? dan berapa tarif nya …

    • Hi Mas Bagas. Ke Taman Topi Bogor maksudnya? Silakan naik KRL ke Stasiun Bogor, Taman Topi persis ada di sisi Timur Stasiun Bogor 🙂 Ongkos saat ini adalah sebesar Rp 3000, ditambah jaminan Rp 12.000 (jaminan bisa diuangkan kembali di stasiun tujuan dengan mengembalikan kartu KRL). Tapi kalo punya kartu debit seperti Flazz, E-Money, langsung pake aja di gate dengan saldo minimum 12.000

      Kalo ke Kota Tua, bisa naik KRL dengan tujuan Stasiun Kota. Nanti turun d St Kota, tinggal keluar stasiun, Kota Tua ud deket. Adanya di sisi Barat Laut stasiun. Tarif ongkos St Kota dari Citayam sekitar Rp 5000 – 6000, ditambah jaminan 12000 🙂

      SEmoga membantu

    • Hi Mas Bagas. Ke Taman Topi Bogor maksudnya? Silakan naik KRL ke Stasiun Bogor, Taman Topi persis ada di sisi Timur Stasiun Bogor 🙂 Ongkos saat ini adalah sebesar Rp 3000, ditambah jaminan Rp 12.000 (jaminan bisa diuangkan kembali di stasiun tujuan dengan mengembalikan kartu KRL). Tapi kalo punya kartu debit seperti Flazz, E-Money, langsung pake aja di gate dengan saldo minimum 12.000

      Kalo ke Kota Tua, bisa naik KRL dengan tujuan Stasiun Kota. Nanti turun d St Kota, tinggal keluar stasiun, Kota Tua ud deket. Adanya di sisi Barat Laut stasiun. Tarif ongkos St Kota dari Citayam sekitar Rp 5000 – 6000, ditambah jaminan 12000 🙂

      SEmoga membantu

  11. Selamat sore Mas Andre, saya mau tanya kalau dari stasiun Angke bisa ga ke Bogor? atau harus dari stasiun kota? biayanya berapa? Saya mau pergi ke Hotel Agria di Jalan Tajur Raya, Bogor pada hari minggu jam 9 pagi sampai hotelnya, ada ga ya jadwalnya? Bisa tolong kasih petunjuk naik apa setelah sampai stasiun bogor ke hotel tsb. Apakah ada tempat parkir motor di stasiun kereta? Terima kasih.

    • Hi Nurul…kotu? Maksudnya Kota?
      Ya udah dari Bogor naik KRL tujuan Stasiun Kota aja langsung 🙂
      Perjalanan sekitar 1,5-2 jam tergantung kondisi trafik.
      Dari situ ya tujuannya kemana dulu?
      1. Kalo ke Kota Tua, keluar dari KRL nanti keluar stasiun lewat pintu sebelah kanan (pintu UTara), dari situ nyebrang jalan ud deh di sebelah kiri jalan itu ud Kota Tua. Jalan kaki aja dikit, pasti ketemu..
      2. Kalo ke Pasar Pagi Mangga Dua, dari KRL nanti keluar stasiun lewat pintu sebelah kiri (pintu Selatan). Nanti naik mikrolet/angkot aja (yg mana aja) yg warna biru, kira2 1 km ud nyampe Mangga Dua.
      3. Kalo ke Glodok, dari KRL keluar pintu sebelah kiri, nyebrang jalan, ud jalan kaki aja terus agak ke dalam ketemu Pasar Elektronik GLodok (ga us naik angkot)

      Semoga membantu

  12. Hallo mas andre.. postingan yang sangat membantu. Saya mau tanya kalo saya pulang dari kota tua sore hari kira2 masih bisa pulang naik KRL gak ya ke stasiun bogor?
    Terimakasih..

    • Ngga ada yg persis dekat TB Simatupang. Turun di Stasiun Tanjung Barat, dari situ ke Utara ke persimpangan TB Simatupang sekitar 700 m.
      Kalo mo ke arah Pasar Rebo / Kp Rambutan, ada angkot yg biasa ngetem di bawah jembatan penyeberangan St Tanjung Barat (warna merah, ke Kp Rambutan/Ps Rebo). Kalo yg ke kiri aq agak kurang hapal, ada sih 1 tapi lewat TB Simatupang ny cuma beberapa ratus meter, ud itu belok lagi ke kiri ke dalam.. jadi kalo mo arah Fatmawati mesti 2 kali naik…

  13. tanya dong kalo dari stasiun kalibata mau ke gunung sahari jakarta pusat turun di stasiun mana ya? dan naik kereta apa? thanks 🙂

    • Hi Mega

      Tidak ada KRL yang persis langsung turun di samping Jl. Gunung Sahari. Yang paling dekat dan memungkinkan untuk jalan kaki atau naik angkot adalah
      stasiun RAJAWALI, dan yang juga tidak jauh stasiun KEMAYORAN.

      1. Kamu naik KRL tujuan JATINEGARA (di pengumuman di stasiun, biasanya disebut “KRL tujuan Tanah Abang – Duri – Kampung Bandan – Jatinegara)
      2. Turunlah di Stasiun Rajawali, nanti berjalan kaki (kira2 300-400 meter) ke arah Barat stasiun. Perhatikan, karena KRL dari Kalibata saat berhenti di stasiun Rajawali ini ujungnya mengarah ke Selatan, maka kamu berjalan keluar ke arah kanan stasiun. Ikutan aja orang2 berjalan keluar, kebanyakan semua ke arah Gunung Sahari kok..
      Kalo kamu ga kuat jalan, bisa naik ojek atau bajaj, tapi biasany minta 10.000 lebih, so pertimbangkan aja jalan kaki.
      Ini petanya posisi St Rajawali dan Jl. Gunung Sahari, buka link ini
      https://www.google.com/maps/place/St.+Rajawali/@-6.1461346,106.8335566,16.5z/data=!4m5!3m4!1s0x0:0x5b0e29f21c7dd198!8m2!3d-6.1450629!4d106.83674

      2b. Alternatif lainny bisa turun di Stasiun Kemayoran. Sama, jalan ke arah kanan stasiun, tapi dekat situ ketemu Jl. Garuda. Aq lupa kekny ada di situ angkot atau metromini mengarah ke Gunung Sahari. Biasanya pasti ngetem dekat jalan akses stasiun kalo ada KRL baru berhenti..

  14. Hallo mas andre.
    Mau tanya kalo kita sudah beli tiket krl PP dari bogor ke jakarta kalo turun di juanda itu kira2 kalao kita naik lagi buat ke bogor dikenakan biaya lagi gak ya?

    • Hi mas Ramli.Naik KRL Jabodetabek itu tidak mengenal Tiket PP.
      Jadi kalo transaksi biasa dari loket, menggunakan Kartu Harian dimana pembayaran adalah untuk satu kali transaksi perjalanan, misal dari Bogor ke Juanda. Nah kalau mau pulang ke Bogor lagi, tentu harus transaksi lagi di loket di Stasiun Juanda
      Sekarang ada skenario lain, dari Bogor turun ke Stasiun Juanda, tapi tidak keluar Gate Tiket tempat kita menempelkan Kartu Harian. Jadi hanya turun dari kereta aja masih di dalam stasiun. Kemudian naik KRL lagi balik ke Bogor, maka biaya yang dikenakan saat menempel kartu di Stasiun Bogor adalah sebesar Rp 2000 kalau tidak salah atau lebih, sesuai tarif antara stasiun dengan stasiun yang paling dekat (tentu harusny bertambah ya kalo emg lama)
      Dengan sistem transaksi sekarang, praktek tersebut tentu bisa saja dilakukan. Tidak akan ada monitoring, alias mas Ramli bisa keliling stasiun2 di Jakarta seharian, hanya melakukan pembayaran di stasiun paling akhir tempat mas Ramli keluar dari stasiun :).
      Namun seyogyany tentu kita harus melakukan pembayaran transaksi setelah kita tiba di stasiun tujuan kita, Terserah kita aja sih hehe 🙂

      Nah, contoh di Bogor pas weekend. Biasanya penumpang dari Jakarta yang sampe di Bogor pagi/siang, saat keluar dari stasiun / gate kartu, petugas akan menghimbau agar penumpang langsung ke loket untuk transaksi perjalanan dari Bogor ke Jakarta (perjalanan pulang), yang sedianya akan dilakukan nanti sore/malam pas mau balik ke Jakarta.
      Ini untuk menghindari keramaian di St Bogor pas sore/malam karena banyak yang mau balik ke Jakarta. Jadi istilah PP nda ada, hanya satu kali transaksi untuk satu perjalanan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s