My Diary : Naik KRL AC dari Bogor ke Depok

Perjalanan dengan KRL merupakan bagian kehidupan dari sebagian besar masyarakat Jabodetabek, termasuk masyarakat di Bogor dan Depok.
Mulai dari anak sekolah, mahasiswa, penduduk, commuter/pekerja di Jakarta, pelancong, dan orang-orang yang memiliki kepentingan di kota2 ‘anggota’ wilayah Jabodetabek.

Saya mencoba merekam sedikit memori mengenai perjalanan dengan KRL dari Bogor ke Depok dengan menggunakan KRL AC. Dilengkapi juga dengan foto-foto yang diambil dengan menggunakan Handphone.
Sengaja saya memilih jadwal perjalanan sore agar tidak begitu ramai dan mudah untuk mengambil foto dari kereta.

KRL yang saya tumpangi berangkat dari jalur 3 dengan jadwal keberangkatan pukul 15.05 sore

Stasiun Bogor, KRL menunggu jadwal keberangkatan

Stasiun Bogor, KRL di jalur 3 menunggu jadwal keberangkatan

Suasana penumpang tidak begitu ramai. Memang ada sejumlah penumpang yang berdiri tapi tidak terlihat kepadatan seperti pada saat pagi hari dari Bogor. Dengan model ‘paparazi‘ saya mengambil gambar suasana dalam kereta


11052013(001)

KRL pun mulai berangkat dari Stasiun Bogor dengan kecepatan yang relatif agak lambat bila dibandingkan pengalaman saya sebelumnya. Agak aneh mengingat jumlah penumpang tidak begitu banyak, mungkin KRL tersebut baru saja melalui jumlah perjalanan yang sangat banyak hari ini.

Foto perlintasan sebidang dan jalan yg dipenuhi antrian kendaraan menunggu kereta lewat. Dengan tanjakan seperti itu, kendaraan  harus hati2 dalam melewati lintasan kereta api

Foto perlintasan sebidang dan jalan yg dipenuhi antrian kendaraan menunggu kereta lewat. Dengan tanjakan seperti itu, kendaraan harus hati2 dalam melewati lintasan kereta api

Stasiun pertama setelah Bogor adalah Stasiun Cilebut. Gedung stasiun yang tua masih tetap dipertahankan tetapi yang berubah adalah tidak ada lagi tumpukan pedangan kaki lima serta orang-orang yang lalu lalang dan bukan penumpang kereta api. Parkir motor di stasiun kecil ini juga sudah jauh lebih rapi, dan kini dari kereta sudah dapat melihat kondisi jalan raya Bogor – Bojong Gede dengan bangunan2 di sekitarnya

Stasiun Citayam

Stasiun Citayam

Kereta melanjutkan perjalanan. Dari pemandangan kota yang saya lihat sepanjang Bogor-Cilebut kini berganti pemandangan desa yang penuh warna hijau mulai dari Cilebut menuju stasiun berikutnya Bojong Gede. Dari kereta dapat dilihat pula bekas tanah longsor yang sempat memutuskan jalur transportasi kereta apui selama kurang lebih 2 minggu antara Jakarta – Bogor, dimana penumpang hanya bisa berhenti sampai Bojong Gede. Bekas longsoran sudah dibangun tanggul dan tebing penahan, dan rumah2 yang dulu ada di bawah kini sudah tidak ada lagi.

11052013(005)

Kereta akhirnya tiba di Stasiun Bojong Gede setelah kurang lebih 15 menit perjalanan dari Stasiun Bogor. Stasiun Bojong Gede dapat dikatakan sebagai stasiun terbesar (untuk ukuran jumlah penumpang) di antara stasiun2 kecil di lintasan KA Jakarta- Bogor karena amat banyak sekali penumpang yang naik turun menggunakan stasiun ini (dapat dilihat dalam perjalanan KA sore dari Jakarta ke Bogor). Gedung stasiun juga masih mempertahankan yang lama, namun jubelan PKL dan dagangannya kini sudah menjadi cerita lama, suasana stasiun kini sudah jauh lebih lega.

Stasiun Bojong Gede

Stasiun Bojong Gede

Dari Bojong Gede, kereta melanjutkan perjalanan menuju stasiun berikutnya Citayam. Kini suasana dalam kereta mulai terlihat lebih ramai.
11052013(010)

Pemandangan di kiri kanan KRL sepanjang perjalanan dari Bogor ke Depok adalah yang paling menyenangkan. Dominasi sawah, ladang, perbukitan hijau, rumah-rumah penduduk desa, serta jalan kecil menghiasi jendela KRL Bogor-Jakarta. Apalagi kalau malam hari saya sering menggunakan KA ekonomi dan duduk di pinggir pintu kereta menatap lampu2 rumah dan kegelapan malam sambil melamun (ups, jangan ditiru, berbahaya šŸ˜€ )

11052013(012)

Kereta pun berhenti di Stasiun Citayam kira-kira 25 menit dari Stasiun Bogor. Menurut saya ini adalah salah satu stasiun yang paling photogenic dari stasiun2 lain di wilayah Jabodetabek. Ada empang/telaga besar di sebelah kiri, mesjid besar, pemandangan toko dan pasar, jalan raya di kanan, dan terutama pemandangan akan sangat indah pada saat matahari terbenam sore hari, I’ll try to take it someday.

Pemandangan pemukiman dan daerah pedagangan di Citayam, salah satu view yang pasti paling diingat oleh penumpang KRL Bogor - Jakarta

Pemandangan pemukiman dan daerah pedagangan di Citayam, salah satu view yang pasti paling diingat oleh penumpang KRL Bogor – Jakarta

Sama seperti Bojong Gede, penumpang yang menggunakan stasiun Citayam juga cukup ramai. Sayang karena posisi gedung stasiun yang terlalu menjorok dekat ke rel, saya gagal mengambil gambar gedung stasiun. Next time akan coba saya posting di sini, tentunya dengan saya harus keluar dari stasiun atau menggunakan moda transpoertasi lain ke Citayam.

11052013(014)

Dari Citayam, kereta melanjutkan perjalanan ke Depok. Stasiun Depok (banyak yang mengatakan stasiun Depok Lama ) merupakan salah satu stasiun tua yang menjadi salah satu titik tujuan utama perjalanan KRL Jabodetabek (ada trayek KRL khusus Jakarta – Depok, tidak sampai ke Bogor, hanya KRL AC). Dari stasiun Depok pula akan ada percabangan menuju Dipo KRL Depok yang terletak kira2 di sebelah Barat Daya Stasiun Depok.

Pemandangan cabang rel KA menjelang masuk Stasiun Depok, rel2 di sebelah kiri adalah yang khusus menuju Dipo KRL Depok.

Pemandangan cabang rel KA menjelang masuk Stasiun Depok, rel2 di sebelah kiri adalah yang khusus menuju Dipo KRL Depok.

Akhirnya kereta pun tiba di Stasiun Depok, Sebenarnya KRL akan melanjutkan perjalanan terus menuju stasiun Jakarta tetapi diary saya berakhir sampai stasiun ini saja. Nanti akan saya posting lagi diary perjalanan KRL untuk rute2 lainnya di wilayah Jabodetabek, just wait.
In the meantime, please kindly enjoy my diary. Cheers up šŸ™‚ šŸ™‚

Stasiun Depok (menghadap ke Utara)

Stasiun Depok (menghadap ke Utara)

Stasiun Depok (menghadap ke Selatan)

Stasiun Depok (menghadap ke Selatan)

Advertisements

2 thoughts on “My Diary : Naik KRL AC dari Bogor ke Depok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s